Kompas.com - 08/12/2020, 20:56 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim Dok. KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan, dunia pendidikan khususnya vokasi harus menguasai keterampilan atau hard skill, tak lupa soft skill juga harus dimiliki.

Keduanya, kata Nadiem, sangat diperlukan bagi tenaga kerja Indonesia, agar mudah dilirik oleh dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga: 2 Program Vokasi Ini Sesuai Passion Masa Depan Anak Indonesia

"Hard skill dibutuhkan dalam rangka beradaptasi terhadap teknologi, sedangkan soft skill untuk kemampuan kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan problem solving," ucap Nadiem, dalam acara Kompas Talks dengan tema "Siapkan SDM, Hadapi Profesi Baru Pada Masa Depan" secara daring, Selasa (8/12/2020).

Nadiem mengatakan, siswa di Indonesia juga harus bisa mampu beradaptasi, dengan begitu terbentuk sumber daya manusia (SDM) unggul. Terlebih, kompetensi bisa diperoleh, apabila kemampuan adaptasi dan motivasi belajar sering ditumbuhkan oleh setiap siswa.

"Makanya pendidikan vokasi maupun pendidikan pada umumnya itu harus memanfaatkan teknologi, dan mampu beradaptasi di setiap perkembangan zaman," jelas dia.

Kemendikbud telah banyak lakukan transformasi

Di semua lini pendidikan, lanjut Nadiem, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah melakukan transformasi. Hal itu dilakukan demi menghadapi perubahan-prubahan di masa depan.

"Apabila sistem pendidikan kita tidak adaptif memasuki dunia yang banyak perubahan, siswa dan mahasiswa kita juga tidak adaptif, dan mereka bisa saja tenggelam pada saat perubahan itu terjadi," tegas dia.

Nadiem pun mengaku, mahasiswa di semua perguruan tinggi sudah diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi lewat pengalaman di dunia kerja. Dosen juga diperbolehkan untuk berani keluar kampus, agar bisa menyerap ilmu dari dunia usaha maupun industri.

"Kita juga ingin praktisi dari industri pergi ke dalam kampus untuk mengajar, dan berbagai macam program studi (Prodi) melakukan pernikahan massal dengan berbagai macam perusahaan-perusahaan yang world class dan juga organisasi-organisasi sosial," tutur Nadiem.

Semua ini, dia menegaskan, agar pendidikan mampu mengantarkan Indonesia ke arah yang lebih maju.

Baca juga: Tidak Pintar Matematika, Pilih 8 Jurusan Kuliah Ini

"Magang bukan hanya untuk SMK, tapi perguruan tinggi juga sudah bisa melakukan. Ini dilakukan agar terjadi link and match, antara dunia pendidikan dengan dunia industri dan dunia kerja," tukas Mendikbud.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto pernah menyampaikan, siswa di SMK harus ditanamkan soft skill, seperti kemampuan komunikasi, sikap, dan karakter baik oleh tenaga pendidik.

Dengan soft skill baik, Wikan meyakini para lulusan SMK nantinya akan mampu berkomunikasi dengan baik saat nantinya mereka menjadi wirausaha atau bekerja di dunia industri.

Baca juga: 6 Jurusan Kuliah Langka, tapi Mudah Dapat Kerja

"Jadi disamping hard skill yang diajarkan kepada anak didik, soft skill lebih utama yang harus diajarkan tenaga pendidik ke anak didik," ujar Wikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X