Dirjen Vokasi: Tidak 100 Persen SMK Jalankan Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 04/12/2020, 17:29 WIB
Jalur Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) telah resmi dibuka hari ini, Selasa, 19 Mei 2020 secara simbolis oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. DOK.SBMPNJalur Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) telah resmi dibuka hari ini, Selasa, 19 Mei 2020 secara simbolis oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto.
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menekankan tidak semua SMK diizinkan menjalankan belajar tatap muka di awal Januari 2021. Hal itu berdasarkan berbagai pertimbangan terkait masih merebaknya virus Covid-19.

"Berdasarkan rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Bidang SMK di Dinas Pendidikan Provinsi, memang tidak 100 persen yang langsung bersedia membuka, karena berbagai pertimbangan," ucap Wikan kepada Kompas.com, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Lulusan Siap Kerja, Kemendikbud: SMK Jangan Dipandang Sebelah Mata

Wikan mengaku, memang Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud telah bekerja keras dan menyiapkan semaksimal mungkin terkait belajar tatap muka di awal 2021.

"Ini terutama untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang berhubungan dengan praktikum laboratorium, workshop, dan studio," jelas dia.

Memang, lanjut dia, banyak perguruan tinggi vokasi yang sudah setuju dengan kuliah tatap muka. Namun, pelaksanaan kuliah tatap muka di kampus vokasi harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) atau Satgas Covid-19 di daerah masing-masing.

Peningkatan kompetensi mahasiswa

Wikan telah mengatakan, kuliah tatap muka sudah diperbolehkan di 2021, pelaksanaan itu akan berdampak pada peningkatan kompetensi mahasiswa.

Apalagi, kata Wikan, mahasiswa vokasi banyak yang menjalankan pembelajaran praktik kerja lapangan dan magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Terdapat kesepakatan bersama selama pandemi terkait pencegahan, pelaksanaan dan pemantauan belajar dan kuliah tatap muka," ucap Wikan.

Dia mengatakan, apabila perguruan tinggi sudah memenuhi berbagai syarat yang terdiri atas persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan, maka segala bentuk penyelenggaraan kuliah tatap muka dapat dilakukan oleh perguruan tinggi.

"Jadi mahasiswa yang hadir ke kampus hanya untuk keperluan belajar. Setelah kuliah selesai, mahasiswa diwajibkan untuk meninggalkan kampus agar tidak terjadi kerumunan di dalam kampus," ungkap Wikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X