542.901 Guru Honorer Madrasah Dapat Subsidi Gaji Rp 1,8 Juta

Kompas.com - 02/12/2020, 11:08 WIB
Guru honorer Ipah Hanipah (41 tahun) Dok IPAH HANIPAHGuru honorer Ipah Hanipah (41 tahun)
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Kementerian Agama ( Kemenag) mengaku, sebanyak 542.901 guru honorer atau non-PNS di madrasah akan memperoleh bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji sebesar Rp 1,8 juta. Itu hasil dari verifikasi akhir yang dilakukan oleh Kemenag.

Selain itu, ada pula 93.480 guru honorer Pendidikan Agama Islam di sekolah umum yang juga memperoleh subsidi gaji dari pemerintah.

Baca juga: Kemenag: Selama 3 Bulan Guru Madrasah Honorer Dapat Subsidi Gaji Rp 600 Ribu

"Jadi totalnya ada 636.381 guru honorer pada satuan Pendidikan Islam yang akan menerima subsidi gaji," ucap Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani melansir laman Kemenag, Rabu (2/12/2020).

Menurutnya, Kemenag akan segera menyalurkan subsidi gaji bagi guru honorer di Satuan Pendidikan Islam. Hal itu ditandai dengan terbitnya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. 6402 Tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Bukan PNS pada Satuan Pendidikan Islam Tahun 2020.

Bersamaan itu, kata dia, terbit juga Keputusan Dirjen Pendidikan Islam No. 6574 tahun 2020 tentang Penetapan Penerima BSU Langsung bagi Guru Bukan PNS pada Satuan Pendidikan Islam Tahun 2020.

“Bantuan disalurkan langsung ke rekening guru yang menerima. Penyaluran bantuan tidak dipotong, dibayarkan satu kali untuk 3 bulan, Oktober, November, dan Desember 2020 dengan besaran Rp 600 ribu per bulan. Sehingga totalnya Rp 1,8 juta," tegas pria yang akrab disapa Dhani.

Bisa tingkatkan motivasi guru honorer

Memang, kata dia, dana yang diberikan jumlahnya tidak besar. Namun, dia berharap subsidi gaji ini bisa meningkatkan motivasi, kinerja, dan kesejahteraan guru honorer pada satuan pendidikan Islam di masa pandemi Covid-19.

Hal ini penting dilakukan, karena guru merupakan sumber daya utama dalam kelangsungan proses penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan.

"Kita semua merasakan, pandemi Covid-19 telah berdampak sosial dan ekonomi yang sangat signifikan, tidak terkecuali menurunnya pendapatan guru. Padahal, tuntutan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam harus tetap dijaga. Semoga langkah ini dapat membantu," terang Dhani.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag, M Zain menambahkan, penerima subsidi gaji ini adalah guru honorer yang tercatat di EMIS, Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika), dan Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X