Semangat Guru Motivasi Masyarakat Lawan Krisis Kesehatan dan Ekonomi

Kompas.com - 01/12/2020, 16:30 WIB
Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Budaya, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud) Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Budaya, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud)

KOMPAS.com - Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan, semangat guru dalam mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi siswa diangkat untuk memotivasi masyarakat yang masih berjuang melawan krisis kesehatan dan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Semangat guru, kata Nadiem, terlihat dari pengalaman mengajar yang penuh dengan tantangan di pandemi Covid-19. Semua itu dilakukan para guru, agar siswa tetap belajar dan tidak pernah berhenti.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Nadiem Ajak Guru Jadi Teladan Semangat Pantang Menyerah

"Saya dengar cerita hebat para guru, dedikasi dan kesungguhannya juga tidak pernah berhenti, agar proses belajar anak tak pernah berhenti," ungkap Nadiem lewat keterangan resminya, Kamis (26/11/2020).

Nadiem mengamati, berbagai metode pembelajaran yang telah dicobaterapkan. Ada yang melakukajkkng bergilir masuk sekolah, melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua untuk membantu proses belajar mengajar. Namun, ada juga yang harus mencari sinyal hingga ke seberang sungai, bukit, dan sebagainya untuk dapat menjalankan pembelajaran.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang luar biasa," jelas dia.

Semangat tinggi dari guru

Dengan semangat juang yang tinggi dari guru, lanjut dia, pembelajaran tetap berjalan meski dengan segala keterbatasan. Ini adalah bukti bahwa semua guru merupakan pewaris semangat para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan.

"Kita mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi," ungkap dia.

Lanjut dia menyatakan, selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, termasuk di tengah pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, dia mendorong agar seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

Menurut dia, pandemi juga mengajarkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong-royong, dan berkolaborasi mengatasi kompleksitas situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Dia menambahkan, saat ini orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya, bahu-membahu memotivasi dan menemani belajar serta turut menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Jutaan guru dalam ribuan webinar dan pelatihan daring giat mencari solusi terbaik yang menunjang pembelajaran.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Guru Honorer Kemenag Peroleh Subsidi Gaji

"Sikap-sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong-royong adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa. Kepada semua pihak, lanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk dengan baik," tukas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X