Kisah Hikmat Guru Difabel Semangati Siswa Kejar Mimpi

Kompas.com - 01/12/2020, 13:44 WIB
Muhammad Hikmat, seorang guru difabel yang mengajari di SLB Negeri Batang, Jawa Tengah. DOK. Ditjen GTKMuhammad Hikmat, seorang guru difabel yang mengajari di SLB Negeri Batang, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Seorang guru SLB Negeri Batang, Jawa Tengah, Muhammad Hikmat menyatakan kepada siswanya agar terus semangat dalam mengejar mimpi. Tapi, semua itu tidak diraih dengan mudah, tanpa ada kerja keras dan semangat pantang menyerah.

Hikmat merupakan guru difabel. Sebelum di SLB Negeri Batang, Muhammad Hikmat juga pernah menjadi guru musik di SLB A Negeri Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Baca juga: Universitas Brawijaya Terima 15 Mahasiswa Baru Difabel

"Kondisi fisik seperti ini membuat mudah pekerjaan karena anak-anak akan semakin termotivasi, ada nilai tambah dari tampilan saya seperti ini," ucap Hikmat melansir laman Ditjen GTK, Kamis (26/11/2020).

Hikmat mengaku pernah melakoni berbagai profesi sebelum menjadi guru, seperti menjadi tukang tensi keliling, tukang electune di wedding, supir rental, dan supir taksi online.

"Setelah saya rasakan lebih menikmati di dunia pendidikan, khususnya di pendidikan luar biasa. Hanya anak-anak berkebutuhan khusus yang tulus mengutarakan perasaan," tutur dia.

Bagi Hikmat, kata dia, menjadi guru SLB menghadirkan pemahaman bahwa ada begitu banyak anak-anak yang senasib dengannya. Mulai dari situ, dirinya berpikir mungkin yang Maha Kuasa mengirimkannya ke sini untuk menjadi dua fungsi, yakni pendidik dan motivator.

"Dengan harapan anak-anak bisa lebih termotivasi dengan adanya role model secara langsung yaitu saya," terang dia.

Memang, dia menegaskan, dirinya memiliki keterbatasan fisik. Namun, kekurangan itu tidak membuat dirinya lemah, justru dirinya selalu menyemangati anak-anak bahwa semua orang bisa melakukan semuanya.

"Kalian bisa melakukan semuanya, gali potensi yang kalian miliki," ujar Hikmat yang setiap hari menggunakan motor modifikasi untuk melakukan aktivitasnya.

Pesan di Hari Guru Nasional

Hikmat berpesan, bahwa seluruh guru harus mengajar dari hati. Setiap guru juga harus pandai memanfaatkan kesempatan yang ada.

Bila ada kekurangan, lanjut dia, jangan dijadikan alasan untuk tidak bisa sukses. Bila memang mampu dan ahli, maka raih kesempatan itu dengan potensi yang dimiliki.

"Kita akan menjadi apa yang kita mau," tegas dia.

Dia pun berharap kepada guru-guru, selain dari hati, mengajar pun harus bisa lebih semangat lagi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Hasilkan Karya Luar Biasa

"Berbagai macam cara dan upaya kita maksimalkan untuk mengajar anak didik kita. Karena guru itu ujung tombak dari kesuksesan anak-anak," pungkas Hikmat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X