Diskusi Nadiem Makarim dan Maudy Ayunda: Pentingnya Mencintai Proses Belajar

Kompas.com - 29/11/2020, 19:25 WIB
Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda mengobrol bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat (27/11/2020). Melvina TionardusAktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda mengobrol bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat (27/11/2020).

KOMPAS.com - Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda berdialog dengan Mendikbud Nadiem Makarim. Dalam dialog tersebut, Maudy mengaku pendidikan di Amerika Serikat (AS) sangat memperhatikan soft skill atau keterampilan yang dimiliki masing-masing individu.

"The development of critical thinking skills, kind of those soft skills, and problem solving skill yang mungkin sedikit lebih ditekankan, kalau aku lihat dari pendidikan di luar negeri dibanding Indonesia," kata Maudy dalam siaran live instagram, seperti ditulis Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Pelajar SMK Harus Ditanamkan Ilmu Soft Skill

Pendidikan di AS, kata Maudy, kebanyakan siswa atau mahasiswanya juga memiliki motivasi lebih untuk terus belajar.

"Memang memiliki ownership terhadap pembelajaran tersebut. Maksudnya ada kemandirian dan rasa ingin tahu yang akhirnya intrinsik," tegas Maudy.

Tak hanya itu, siswa atau mahasiswa di AS pun mencintai proses belajar yang dilakukannya setiap hari.

"Kalau untuk aku, yang paling aku rasa adalah ruang untuk perkembangan itu mungkin adalah aspek pembelajaran di mana anak-anak itu satu, mencintai proses belajar," tutur Maudy.

Jadi, bilang Maudy, itu tiga hal terkait perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dengan yang di AS. Maudy Ayunda sendiri kini tengah menempuh jenjang S2 di Stanford University.

Dalam dialog itu, Mendikbud Nadiem juga meminta diajarkan Maudy Ayunda terkait sistem pendidikan yang dipelajarinya selama di Stanford.

Memang, lanjut Maudy, belum lama ini dirinya mengambil kelas pendidikan. Dari kelas itu, dia mengaku ada satu konsep yang bisa dibagikannya.

"Jadi frame work yang digunakan untuk memecahkan masalah sosial apa pun itu, it's the idea of positive deviance. Bahwa approach-nya itu kita bukan cari solusi dari luar," tutur Maudy.

Biasanya, saat ada masalah sosial cenderung mencari ahli dari luar, lalu mereka aplikasikan solusi yang didapat.

"Positive deviance ini adalah ide di mana kita mencari orang-orang yang juga mengalami restrictions (batasan) dan constraints (kendala) yang sama dalam environment yang sama, tapi kadang memperoleh hasil yang berbeda," tegas Maudy.

Namun, tambah Maudy, konsep ini sangat menarik bila diaplikasikan oleh para murid dan guru.

Baca juga: 4 Hal Menarik dari Perbincangan Maudy Ayunda dengan Nadiem Makarim

"Karena konsep ini mengajak orang-orang di komunitas mempunyai tanggung jawab, agar bersama-sama mencari cara jalan yang baik," tukas Maudy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X