Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

4 Tips Optimalkan Bantuan Kuota Internet Kemendikbud

Kompas.com - 28/11/2020, 11:26 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Tri Heni Endang Rochana Pamiluwati | Guru SDN 25 Pekanbaru, Riau

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah memberikan bantuan kuota untuk mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Total nilainya pun fantastis, Rp 7,2 triliun untuk bantuan kuota gratis dari bulan September sampai Desember 2020.

Walaupun Pemerintah telah mengizinkan sekolah dapat dibuka kembali pada Januari 2021, para guru perlu mengoptimalkan bantuan kuota internet pembelajaran sampai akhir tahun ini.

Dalam pengimplementasiannya, masih banyak ditemui tantangan dalam mengoptimalkan bantuan ini, di antaranya peserta didik mulai bosan belajar di rumah.

Hal itu disebabkan tugas sekolah banyak dan menumpuk. Selain itu selama belajar di rumah, peserta didik sulit untuk konsentrasi sehingga tugas tidak diselesaikan tepat waktu.

Selain dari peserta didik terdapat juga tantangan dari pihak orangtua dan keluarga. Seperti misalnya keterbatasan kepemilikan ponsel pintar. Ponsel pintar hanya dimiliki orangtua saja sehingga untuk belajar online harus bergantian dengan anggota keluarga lain.

Baca juga: 84,7 Persen Masyarakat Nilai Bantuan Kuota Kemendikbud adalah Langkah Tepat

Selain itu, banyak juga ditemukan orangtua kesulitan secara ekonomi sehingga tidak mampu memiliki ponsel pintar. Ada juga kondisi secara ekonomi mampu namun orangtua tidak ada waktu menemani peserta didik.

Tantangan yang juga sering muncul adalah jaringan internet tidak stabil. Berbagai tantangan tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap efektivitas bantuan kuota yang telah dikeluarkan pemerintah.

Guru harus segera beradaptasi dengan situasi seperti ini agar hak-hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.