Untar: Komunikasi Digital Bisa Ancam Sisi Kemanusiaan

Kompas.com - 20/11/2020, 12:42 WIB
Dekan Fikom Untar Riris Loisa saat menyampaikan sambutannya dalam acara Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) yang berlangsung di 19-20 November 2020. Webinar UntarDekan Fikom Untar Riris Loisa saat menyampaikan sambutannya dalam acara Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) yang berlangsung di 19-20 November 2020.

KOMPAS.com - Universitas Tarumanegara ( Untar) lewat Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) mengadakan kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH). Kegiatan ini berlangsung di 19-20 November 2020 mengangkat tema "Digitalisasi dan Humanisme dalam Ekonomi Kreatif".

Dekan Fikom Untar Riris Loisa mengatakan, tema itu diambil karena perkembangan dunia komunikasi yang semakin mengarah pada platform digital, yang akhirnya memberikan dampak pada sisi humanis di masyarakat.

Baca juga: Kemenag Lakukan Asesmen 269.711 Guru hingga Pengawas Madrasah

Memang perkembangan saat ini, kata Riris, di satu sisi merupakan kabar baik yang menjanjikan bagi masa depan komunikasi manusia yang super canggih. Namun, dari sisi lainnya, ada kekhawatiran bahwa digitalisasi, kecerdasan buatan, dan internet justru mengancam keberadaan manusia.

"Dalam menghadapi tantangan ini sebagai manusia komunikasi perlu memastikan bahwa kita tidak akan kehilangan kemanusiaan kita, karena kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh segala sesuatu yang bersifat artifisial," ucap dia dalam acara webinar di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Dia mengharapkan, komunikasi digital hendaknya menjadi sarana bagi manusia untuk menemukan kembali jati diri sebagai makhluk sosial.

"Di mana teknologi digital dijadikan alat memperkuat semangat hidup secara sosial, semangat untuk berinteraksi secara humanis, dan bukan malah sebaliknya," ungkap Riris.

Akademisi dari UI, Saras Dewi juga sepakat dengan Riris, bahwa teknologi digital saat ini jangan membuat manusia lupa akan perannya sebagai makhluk sosial.

Hal itu dikarenakan, manusia saat ini sudah cenderung ketergantungan dengan gawai atau elektronik, yang akhirnya tidak berdampak bagi manusia.

"Bayangkan saja, hampir setiap orang kini memiliki media sosial yang bisa diperoleh dari gawai, kemanapun mereka pergi, apapun yang mereka lakukan, pastinya gawai tidak pernah jauh dari sentuhan jari mereka," tegasi Saras.

Pada akhirnya, lanjut Saras, kehidupan manusia yang sebenarnya lama-lama akan punah di permukaan publik. Mereka justru berlomba-lomba untuk tampil sempurna di media sosial.

Baca juga: Tak Hanya Guru Honorer, Tenaga Perpustakaan Juga Disubsidi Gaji

Sebagai informasi, selain Saras ada pembicara lain yang tak kalah menarik dalam acara KNKH Untar, yakni Founder KitaBatik Budi Darmawan, Direktur Konten Kapanlagi Youniverse/Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wenseslaus Manggut, dan Pengamat Komunikasi Digital Untar Sinta Paramita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X