Kompas.com - 13/11/2020, 11:36 WIB
Naskah kuno dengan aksara Jawa Kuno. Pelestarian naskah kuno seperti ini mengalami tantangan dalam hal pemeliharaan dan kepedulian. Kisah mengenai naskah kuno Nusantara bisa disimak dalam NGI Januari 2012. Hafidz Novalsyah/NGINaskah kuno dengan aksara Jawa Kuno. Pelestarian naskah kuno seperti ini mengalami tantangan dalam hal pemeliharaan dan kepedulian. Kisah mengenai naskah kuno Nusantara bisa disimak dalam NGI Januari 2012.
|

KOMPAS.com - Sejak zaman dahulu, masyarakat di Nusantara (Indonesia) sudah dekat dengan rempah-rempah. Bahan-bahan dapur itu juga bisa untuk pengobatan.

Jadi sebelum ada obat modern, masyarakat yang sakit pasti menggunakan rempah atau tanaman tradisional sebagai obat. Bahkan hingga kini rempah-rempah itu masih digunakan untuk obat.

"Dari zaman ke zaman, penduduk kita pasti ada yang sakit, namun selalu ada jalan penyelesaiannya," ujar Dr. Junaini Kasdan, alumnus Sastra Indonesia Universitas Airlangga (Unair) pada webinar gelaran Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia Unair, Selasa (10/11/2020).

Menurut Dr. Junaini, dalam Hadits riwayat Tarrmidzi juga disebutkan bahwa Allah selalu memberikan penawar pada penyakit, kecuali kematian.

Baca juga: Cegah Kanker Warga Pesisir Surabaya, Farmasi Unair Lakukan Hal Ini

Dalam webinar itu, Dr. Junaini menjelaskan mengenai pemanfaatan bumbu dapur dalam pengobatan Melayu.

Dia juga menyinggung perihal efektifitas dan kreatifitas masyarakat zaman dahulu dalam penggunaan rempah-rempah yang tersedia di dapur untuk pengobatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentu sebelum ada perobatan modern, dahulu dilakukan dengan tradisional dan sederhana. Kemudian era terus berlanjut, resep obat tradisional dalam tradisi lisan diwariskan pada orang terpilih, dan seiring berjalannya waktu sampailah pada tradisi tulis.

Manuskrip beraksara Jawi

Dr. Junaini menjelaskan, terdapat manuskrip beraksara Jawi yang membahas perobatan tradisional, yakni Kitab Tib.

Secara umum, manuskrip itu membahas perihal khazanah pengobatan tradisional Melayu, jenis penyakit, ramuan, dan tatacara pembuatan hingga konsumsi.

"Dengan ilmu filologi kita dapat membaca dan menerjemahkan jenis obat-obatan tradisional dalam Kitab Tib," katanya seperti dikutip dari laman Unair, Kamis (12/11/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X