Kompas.com - 11/11/2020, 10:47 WIB
Ilustrasi keluarga Muslim (Dok. GettyImages) Ilustrasi keluarga Muslim

KOMPAS.com - Keluarga merupakan pilar utama ketika menyelenggarakan sebuah pendidikan dalam mencoba membersihkan keluarga dari nista. Oleh sebab itu, para agen perubahan yang tidak sekedar hanya mengatakan tidak untuk narkoba, tetapi juga harus menyatakan perlawanannya kepada narkoba.

Untuk itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani menyatakan, pentingnya peran keluarga dalam proses pendidikan Islam sebagai upaya perlawanan terhadap narkoba.

Baca juga: Kemenag: Satuan Pendidikan Islam Tetap Berlakukan Sistem PJJ

Peran keluarga, kata dia, sebagai penyelenggara pilar utama pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

"Ketika fungsi kita sebagai anak, maka posisi kita harus memberi pelayanan terbaik untuk Ibu," ucap pria yang akrab disapa Dhani ini, lewat siaran persnya, Rabu (11/11/2020).

Oleh karena, sambung dia, bahwa di bawah telapak kaki ibulah surga dan neraka terletak pada kehendak, kesukaan dan keridhaan ibu. Di tangan ibulah, surga dan neraka anak ibu.

"Kalau mau bikin neraka, berikan pendidikan yang tidak benar. Kalau mau masuk Surga, berikan perhatian dan pola pendidikan yang baik," ucap Dhani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dhani berpesan, dalam konteks fungsi keluarga, untuk tetap memberikan pola pendidikan yang baik di lingkungan keluarga sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.

"Hadirkanlah sebuah proses pendidikan yang indah dengan senantiasa menyampaikan hal hal yang penting substantif di dalamnya. Silakan belajar tentang dunia pengetahuan selebar-lebarnya, seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Tetapi ingat, bahwa kehidupan kita yang paling kekal adalah di akhirat," jelas Dhani.

Yang terakhir, dia menekankan, peran pendidikan Islam sebagai bagian dari proses penyelenggaraan pemberdayaan lingkungan keluarga. Hal ini menandakan bahwa pendidikan Islam menjadi bagian penting dari proses penyelenggaraan dan pemberdayaan anak-anak.

Baca juga: RuangGuru: Butuh 128 Tahun Kejar Ketertinggalan Pendidikan Indonesia

"Agar kemudian mereka memiliki bekal yang cukup di kehidupan dunia dan tetap terpelihara kepentingan kepentingan akhiratnya," tukas Dhani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.