Kompas.com - 07/11/2020, 20:37 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengunjungi Kota Palu, agar bisa melihat langsung keadaan praktik sekolah saat ini. DOK. KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim mengunjungi Kota Palu, agar bisa melihat langsung keadaan praktik sekolah saat ini.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk memastikan pemulihan sekolah pasca gempa di tahun 2018 lalu.

Hasil kunjungan, Nadiem memastikan praktik sekolah sudah berjalan lancar.

Sekolah pertama dikunjungi Mendikbud adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Kota Palu yang terdampak gempa cukup parah.

Baca juga: Mas Menteri Nadiem, Salah Satu Menteri Terbaik Versi Survei Indo Barometer

Dia berharap pembangunan sekolah oleh pemerintah bersama United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, berjalan dengan baik.

"Semoga sisa pembangunan oleh UNDP sukses. Tolong beritahukan saya, kalau ada apa-apa lagi yang bisa dilakukan Kemendikbud," ucap Nadiem dalam keterangan resminya melansir laman Kemendikbud, Sabtu (7/11/2020).

Didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, Mendikbud menyatakan kerja keras pemerintah pusat dalam mewujudkan pendidikan yang baik tidak akan dapat berjalan dengan baik, tanpa gotong royong dari ujung tombak pendidikan yaitu pemerintah daerah, kepala sekolah, dan para guru.

"Kementerian tidak punya kemampuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kalau guru dan kepala sekolah tidak bergerak duluan. Prinsip dasar merdeka belajar, di mana kepala sekolah diberikan kemerdekaan dan guru-gurunya juga diberikan kemerdekaan untuk memerdekakan murid," tegasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMK 8 Kota Palu, Tardi menyampaikan, setelah kejadian gempa di 2018, sekolah ini tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan kelas darurat yang dibangun oleh Kemendikbud sebanyak enam unit, dan juga tiga unit dari swasta.

"Meskipun dengan kelas darurat, pelaksanakan kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik melalui dua metode yaitu secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring)," jelas Tardi.

Pada saat kunjungan, Mendikbud juga melakukan diskusi bersama para pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta para guru terkait pembelajaran jarak jauh, penggunaan dana BOS, pengadaan alat informasi dan teknologi, guru ganda di SMK, guru garis terdepan, serta pengadaan gawai untuk program digitalisasi sekolah.

Baca juga: Mendikbud: Mahasiswa dan Dosen Banyak Berinovasi Saat Pandemi Covid-19

"Di tengah pandemi Covid-19, saya sangat mengapresiasi kebijakan BOS yang dikeluarkan Mas Menteri, di mana 100 persen dana BOS bisa digunakan untuk guru honorer," tukas Tri, salah satu pengurus MKKS perwakilan sekolah swasta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X