Kompas.com - 07/11/2020, 20:35 WIB
Pengukuhan Idris Gautama So menjadi Guru Besar Manajemen Binus University. Webinar Binus UniversityPengukuhan Idris Gautama So menjadi Guru Besar Manajemen Binus University.

KOMPAS.com - Binus University mengukuhkan satu guru besar yakni Prof. Idris Gautama So. Nantinya, dia akan menjadi guru besar tetap Universitas Bina Nusantara bidang manajemen.

Saat pengukuhan menjadi guru besar, Idris berorasi terkait organisasi dituntut untuk mampu mengatasi perubahan disruptif yang cepat dan secara dramatis telah memberikan dampak pada cara pasar beroperasi. 

Baca juga: UNY Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

Setidaknya, kata dia, dibutuhkan pola pikir fundamental tentang mengapa dan bagaimana melakukan manajemen. Untuk melakukan itu semua, dia mengaku, perlu pemanfaatan konsep dari manajemen adaptif.

"Terima kasih kepada Yayasan Binus, Rektor Binus University, Senat Guru Besar Binus University dan seluruh sivitas akademika yang telah mendukung saya dalam proses menjadi guru besar. Semoga bermanfaat bagi Binus, masyarakat, dan nusantara," kata Idris saat acara pengukuhan, Sabtu (7/11/2020).

Dalam kesehariannya di Binus, Idris bertanggung jawab sebagai Direktur Kampus Binus Bekasi. Dia sekaligus menjabat sebagai faculty member di Binus Business School.

Idris juga memfokuskan diri dalam bidang manajemen dan telah banyak mendidik dan membimbing mahasiswa, baik Sarjana hingga tingkat Doktoral.

Rektor Binus University, Harjanto Prabowo mengucapkan selamat kepada Idris yang telah ditetapkan menjadi guru besar. Dia mengetahui betul sosok Idris yang sangat sederhana, ramah, dan tidak begitu ambisi dalam hal apapun.

"Jadi mengalir begitu saja apa yang dia lakukan, kerjakan, dan berkarya sebagai seorang pendidik sebenarnya. Dia juga sebagai seorang pembelajar, bahkan saya sering katakan, jumlah titel dia juah lebih banyak dibanding namanya," canda Harjanto.

Harjanto juga mengakui, sosok Prof Idris sangat mempunya jiwa wirausaha yang kuat. Maka dari itu, perjalanan hidupnya bukan hanya sebagai dosen, tapi juga berkarya lewat entrepreneur.

"Dia terlibat dalam organisasi koperasi, karena dalam organisasi itu dia bisa menbantu kesejahteraan teman-teman," tegas Harjanto.

Baca juga: Kolaborasi dengan University of Newcastle, Binus Tawarkan Program Dua Gelar

Dia menambahkan, setelah menjadi guru besar, Prof Idris jangan berhenti di titik itu saja. Karena ada harapan yang lebih besar lagi dalam memberikan banyak kontribusi besar kepada bangsa dan negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X