Ini Cara Perguruan Tinggi Peroleh "Matching Fund" Rp 250 Miliar

Kompas.com - 04/11/2020, 11:30 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dok. Jilan Rifai/Biro KSHM KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) akan memberi dana matching fund sebesar Rp 250 miliar ke perguruan tinggi. Asalkan perguruan tinggi bisa melakukan kolaborasi dengan mitra dalam membangun inovasi yang dapat berdampak bagi masyarakat luas.

Dana matching fund merupakan program yang diluncurkan oleh Kemendikbud dari Merdeka Belajar Episode Keenam terkait perubahan pada pendanaan perguruan tinggi.

Baca juga: Kemendikbud: Anggaran PTN Tahun 2021 Naik Jadi Rp 4,2 Triliun

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan, salah satu contoh kemitraan yang berpeluang menerima matching fund, seperti infrastruktur telekomunikasi 5G yang dirancang oleh perguruan tinggi dan pembangunannya dikelola oleh mitra industri.

Lalu, kata Nadiem, bisa juga mesin berhan bakar biodiesel dan biogas yang merupakan inovasi perguruan tinggi diproduksi secara massal oleh mitra industri.

"Dan bisa juga penelitian terkait pengolahan limbah sawit untuk pakan ternak yang diterapkan oleh yayasan sosial untuk memberdayakan bisnis ternak di daerah," ucap Nadiem dalam konferensi pers secara daring lewat channel YouTube resmi Kemendikbud, seperti ditulis Rabu (4/11/2020).

Demi memperoleh calon mitra, Kemendikbud telah menyediakan platform Kedaireka bagi perguruan tinggi. Sehingga calon mitra dan perguruan tinggi secara bebas bisa memilih dan mencari mitra yang tepat.

Tiga ketentuan pengajuan proposal

Setelah memperoleh mitra, bilang dia, perguruan tinggi dapat mengajukan proposal matching fund, dengan beberapa ketentuan. Ketentual awal terkait rasio penandanaan, ini terkait kontribusi mitra untuk pemerintah.

Kemudian yang kedua, tipe pendanaan yang dapat diterima bagi perguruan tinggi, yakni dalam bentuk uang tunai atau nilai kontribusi yang dapat diukur secara akurat.

"Ketiga, tipe perguruan tinggi yang dapat mengajukan proposal. Yakni, terbuka semua untuk perguruan tinggi negeri ( PTN) maupun perguruan tinggi swasta ( PTS).

Nadiem menegaskan, program matching fund akan diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap tingkat Indikator Kinerja Utama (IKU), potensi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat, dan tingkat partisipasi mahasiswa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X