Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KOPSI 2020, Membangun Karakter Ilmiah dan Penelitian Siswa Sejak Dini

Kompas.com - 04/11/2020, 10:57 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Kemendikbud melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020 secara virtual, 2-7 November 2020, di Bandung, Jawa Barat.

KOPSI menjadi gelaran kompetisi dan pembinaan siswa berprestasi paling awal yang mulai diadakan Kemendikbud sejak tahun 2009 dengan nama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

KOPSI tahun ini mengusung tema "Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi dalam Rangka Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal".

Dalam sambutan pembukaan KOPSI 2020 (2/11/2020), Sekjen Kemendikbud, Prof. Ainun Na'im menyampaikan kegiatan ini sangat penting dalam membangun budaya dan juga semangat, minat untuk melakukan penelitian.

"Acara ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan upaya kita membentuk dan menggali talenta-talenta nasional tetap kita bina," ujar Sekjen Prof. Ainun.

Baca juga: 9 Siswa Indonesia Unjuk Prestasi di Ajang Olimpiade Astronomi dan Astrofisika

Membangun karakter ilmiah

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi saat menjelaskan capaian prestasi yang diraih siswa Indonesia di tengah pandemi dalam acara pembukaan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020, 2-7 November 2020, di Bandung, Jawa Barat.DOK. PUSPRESNAS/KEMENDIKBUD Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi saat menjelaskan capaian prestasi yang diraih siswa Indonesia di tengah pandemi dalam acara pembukaan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia atau KOPSI 2020, 2-7 November 2020, di Bandung, Jawa Barat.

Hal senada disampaikan Plt. Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi, yang memandang gelaran ini sebagai bagian upaya dalam menumbuhkan budaya dan karakter ilmiah siswa sejak dini.

"KOPSI menjadi agenda penting Puspresnas dalam rangka membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif," ujar 

Asep menambahkan, "gelaran ini berfokus pada karakter ilmiah ditumbuhkan melalui kegiatan kompetisi dalam rangka mengembangkan kemerdekaan berpikir guru dan siswa untuk terus meneliti."

Lebih jauh, Analis Pengembangan Peserta Didik Puspresnas Rizal Alfian melihat karakter dan budaya ilmiah dan penelitian penting dimiliki para siswa meski mereka tidak harus menjadi peneliti nantinya.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, 7 Kampus Ini Raih Prestasi Nasional dan Internasional

"Karakter ilmiah dan penelitian memiliki banyak nilai atau keutamaan positif seperti rasa ingin tahu, berpikir kritis dan passion untuk menemukan kebenaran yang tertinggi," jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai ini menjadi penting agar siswa tidak mudah terhasut hoaks di tengah banjir informasi di era digital ini. "Selain itu, melalui budaya penelitian diharapkan siswa nantinya dapat menemukan solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat," tambahnya.

Tahun ini, KOPSI melombakan 3 bidang penelitian, yaitu: Matematika, Sains, dan Teknologi (MST); Fisika Terapan, dan Rekayasa (FTR); dan Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Antusiame siswa di tengah pandemi

Para dewan juri dalam acara pembukaan KOPSI 2020 di Bandung, 2 November 2020. Tahun ini, KOPSI melombakan 3 bidang penelitian, yaitu: Matematika, Sains, dan Teknologi (MST); Fisika Terapan, dan Rekayasa (FTR); dan Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

DOK. PUSPRESNAS/KEMENDIKBUD Para dewan juri dalam acara pembukaan KOPSI 2020 di Bandung, 2 November 2020. Tahun ini, KOPSI melombakan 3 bidang penelitian, yaitu: Matematika, Sains, dan Teknologi (MST); Fisika Terapan, dan Rekayasa (FTR); dan Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat siswa untuk mengikuti gelaran KOPSI 2020. Tercatat, 1.740 proposal penelitian dari seluruh Indonesia masuk dalam seleksi kompetesi penelitian tahun ini.

Dari jumlah tersebut terseleksi sebanyak 1.298 naskah penelitian dan selanjutnya diseleksi kembali menjadi 150 naskah penelitian ke tingkat nasional.

Sebanyak 283 siswa dari 87 SMA dan 25 MA dari 26 Provinsi di Indonesia memastikan diri mengikuti seleksi tingkat nasional meliputi Seleksi Pameran, Presentasi, dan Wawancara. Dari para finalis ini terdapat 10 siswa penerima Kartu Indonesia Pintar.

"Gelaran ini membantu saya dalam menambah wawasan karena bisa mendapat banyak masukan dan ilmu dari orang-orang yang ahli di bidangnya," ungkap Chinta Bella, MAN Mojokerto, Jawa Tengah yang tahun ini mengangkat penelitian interaksi siswa dan guru di tengah masa pandemi.

Baca juga: Satu Tahun Jokowi-Maruf, Puspresnas: Menjaga Nyala Semangat Prestasi Siswa

Salah satu peserta, datang dari provinsi paling timur Indonesia, di mana salah satu siswanya, Ruth Yaco Florensia Edoway, siswa SMAN 1 Nabire Papua berhasil masuk babak final.

"Persiapannya 2 bulan untuk mempersiapkan final ini, termasuk berlatih presentasi dan wawancara," kata Ruth yang masuk final untuk bidang ilmu sosial dan humaniora.

Semangat yang sama tergambar dari Sultan Fauzi, SMA Unggul Kota Subulussalam, provinsi Aceh. "Saya senang sekali bisa berpartisipasi dalam kompetisi ini, meski di tengah pandemi seperti ini. Saya mengharapkan mendapatkan lebih banyak bekal dalam penelitian nanti," ujarnya.

Selain lomba, sejumlah aktivitas lain disiapkan Puspresnas sebagai bagian rangkaian acara, di antaranya "Workshop Meneliti Itu Seru" yang menghadirkan beberapa narasumber di bidang penelitian.

Kapuspresnas Asep Sukmayadi mengatakan workshop ini bertujuan memberikan semangat pantang menyerah dan wawasan penelitian, khususnya di masa pandemi bagi para finalis KOPSI.

"Diharapkan ke depannya mereka akan menjadi peneliti muda Indonesia yang mampu menggerakkan potensi daerahnya sendiri melalui riset dan inovasi, meningkatkan nilai tambahnya sehingga daerahnyapun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi," pungkas Asep. 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com