Kompas.com - 03/11/2020, 20:28 WIB
Mendikbud, Nadiem Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode 5 : Guru Penggerak melalui virtual zoom webinar yang disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Kemendikbud RI, Jumat (03/07/2020). Dok. Humas KemendikbudMendikbud, Nadiem Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode 5 : Guru Penggerak melalui virtual zoom webinar yang disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Kemendikbud RI, Jumat (03/07/2020).

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui, anggaran untuk perguruan tinggi negeri (PTN) akan meningkat di 2021. Porsi peningkatannya sebesar Rp 1,3 triliun, yakni dari Rp 2,9 triliun di 2020 menjadi Rp 4,2 triliun di 2021.

Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan, peningkatan terjadi bila PTN berhasil meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Resmi Luncurkan Merdeka Belajar Jilid 6

"Jadi ada peningkatan Rp 1,3 triliun, sebesar Rp800 miliar untuk alokasi dasar untuk PTN, sedangkan Rp 500 miliar tersedia bagi PTN yang berhasil mencapai IKU yang ditetapkan pemerintah," ucap Nadiem dalam konferensi pers secara daring lewat channel YouTube resmi Kemendikbud, Selasa (3/11/2020).

Dia menyatakan, terkait penggunaan dana bonus Rp 500 miliar, tergantung kepada bentuk hukum PTN. Namun, setidaknya bisa digunakan untuk kinerja sumber daya manusia (SDM) dari PTN.

Dia menyebutkan, setidaknya ada delapan poin yang tercatat dalam standar IKU yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Semua poin itu yang menjadi landasan transformasi pendidikan tinggi.

Poin pertama, lulusan mendapat pekerjaan yang layak. Pekerjaan dengan upah di atas UMR, menjadi wirausaha atau melanjutkan studi. Kedua, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, seperti magang, proyek desa, mengajar, riset, berwirausaha, dan pertukaran pelajar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus, seperti mencari pengalaman di industri. Keempat, praktisi mengajar di dalam kampus, seperti merekrut dosen dengan pengalaman industri," tutur Nadiem.

Poin kelima, dia menyebutkan, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional. Keenam, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia.

Baca juga: Mendikbud: Anggaran Perguruan Tinggi Naik 70 Persen Tahun 2021

"Adapun poin ketujuh, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, seperti evaluasi berbasis proyek kelompok. Dan terakhir, program studi berstandar internasional, dalam hal ini memperoleh akreditasi tingkat internasional," tukas Nadiem.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.