Kulit Mangga Antar ITS Raih Medali Emas di Korea

Kompas.com - 03/11/2020, 14:53 WIB
Ilustrasi buah mangga KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Ilustrasi buah mangga

KOMPAS.com - Ekstrak kulit mangga yang diubah menjadi agen inhibitor korosi logam SS-304, mebuat lima mahasiswa Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) meraih medali emas dalam kompetisi Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) di Korea Selatan (Korsel).

Kelima mahasiswa itu adalah Ahnaf, Tiara Mahendra Kurniawati, Ulfa Miki Fitriana, Hafildatur Rosyidah, dan Mohamad Ikbal Pangestu. Mereka tergabung dalam sebuah tim yang bernama Platinum.

Baca juga: Versi THE WUR by Subject 2021, ITS Salah Satu Kampus Terbaik Indonesia

KIWIE merupakan kegiatan expo tahunan bertaraf internasional dan profesional yang diikuti oleh 17 negara dan diadakan setiap tahun oleh Korea Women Inventors Association (KWIA).

Salah satu anggota tim, Tiara Mahendra Kurniawati mengatakan, inhibitor logam yang sering berada di pasaran biasa dipakai dengan menggunakan metode elektroplating.

Memang dengan metode dari limbah tersebut cukup berbahaya, maka dari itu dipilih kulit mangga sebagai bahan dasar penelitian, karena kulit tersebut sering dibuang, jarang dimanfaatkan, dan bisa membuat limbah baru.

"Tak mau itu terjadi, kami memanfaatkan kulit mangga untuk dijadikan inhibitor, di mana kulit tersebut mengandung senyawa kimia yang bertindak sebagai antioksidan," ucap dia melansir laman ITS, Selasa (3/11/2020).

Dengan adanya sifat itu, bilang dia, laju korosi dapat ditahan. Dalam prosesnya, pertama mereka menjemur kulit mangga hingga kering. Kemudian, kulit mangga dicacah hingga dapat dilakukan pengekstrakan. Hasil ekstrak nantinya akan dicampur dengan larutan uji yaitu air garam (NaCl).

"Larutan uji tersebut kami gunakan untuk mengetahui tingkat korosi pada logam serta efektivitas inhibitor dalam menahan laju korosinya," kata Mahen biasa dia disapa.

Dalam risetnya, kata Mahen, penelitian ini sudah diujicobakan ke plat SS-304, yakni salah satu jenis plat logam yang banyak digunakan untuk kaleng makanan dan barang rumah tangga lainnya. Hasilnya, inhibitor ini berhasil menahan laju korosi dengan efisiensi sebesar 88 persen.

"Sebenarnya sudah ada penelitian serupa, namun yang membedakan dengan penelitian kami adalah jenis logam dan bahan inhibitor yang dipakai," terang dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X