Kompas.com - 01/11/2020, 23:30 WIB
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melakukan peninjauan ke IAIN Surakarta. DOK. IAIN SurakartaKementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melakukan peninjauan ke IAIN Surakarta.

KOMPAS.com - IAIN Surakarta telah layak maju untuk menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta. Hal itu mengacu pada data guru besar yang dimiliki sudah ada 8, dari persyaratan yang hanya mencapai 5 orang saja, ditambah dengan 72 doktor yang sudah dimiliki perguruan tinggi negeri ini.

"Berdasarkan data ini IAIN Surakarta layak maju jadi UIN Raden Mas Said Surakarta. Semoga tujuan kita semua dapat tercapai dan menjadi amal ibadah kita semua," ungkap Asisten Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemensetneg Hanung Cahyono melansir laman IAIN Surakarta, Minggu (1/11/2020).

Baca juga: IAIN Kudus Siap Bertransformasi Jadi UIN di 2024

Hanung mengaku, sudah ada 9 IAIN yang mengajukan perubahan status menjadi UIN. Namun, hanya 6 IAIN yang dinyatakan lulus untuk menjadi UIN, sedangkan tiga IAIN lagi belum dinyatakan lulus.

Dia menyatakan, sebanyak 6 calon UIN yang saat ini menunggu tanda tangan dari presiden, termasuk di dalamnya IAIN Surakarta. Jika izin turun pertengahan November, maka Kemensetneg menyiapkan harmonisasi, yaitu membuat rancangan Peraturan Presiden (Perpres) bersama-sama dengan Kemenag, Kemenkumham, Kemenpan, dan Kemendagri.

"Draft Perpres memuat didirikannya UIN Raden Mas Said Surakarta perubahan bentuk dari IAIN Surakarta," ungkap dia.

Rektor IAIN Surakarta, Mudofir menjelaskan perubahan alih status IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta bertujuan untuk membangun anak bangsa agar memiliki pendidikan yang bermutu. Dengan persyaratan yang telah dilengkapi, maka IAIN Surakarta pantas untuk berubah menjadi UIN.

"Sudah ada 8 guru besar, 72 doktor, dan 11 Program Studi (Prodi) yang telah terakreditasi A. Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan alih status telah melampaui standar yang ditetapkan," tegas Mudofir.

Ketika kampus ini berubah menjadi UIN, dia mengaku optimis akan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada bangsa dalam pelayanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Sajidan mendoakan agar IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta. Hal itu mengingat perguruan tinggi ini berproses mulai dari STAIN, IAIN, dan akan menjadi UIN. Hal ini positif demi kemajuan bersama, dengan berubah menjadi UIN.

Baca juga: Pemprov dan MUI Sulut Dorong IAIN Manado Berganti Status UIN

"Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dapat berubah dengan menambah Wakil Rektor 4 tentang perencanaan dan kerjasama. Alih status ini juga tentu akan meningkatkan sistem monitoring dan evaluasi, peningkatan finansial, kinerja, dan dapat segera mengajukan BLU," pungkas Sajidan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X