Dikuti 9.964 Peserta, Lomba "Semua Membacanya" Jadi Optimisme Literasi di Tengah Pandemi

Kompas.com - 01/11/2020, 17:01 WIB
Acara penutupan dan pengumuman pemenang lomba literasi ?Semua Membacanya? (1/11/2020) yang digelar Majalah Mata Air. Lomba berlangsung dari 12 September sampai 25 Oktober 2020 dan diikuti 9.964. DOK. YOUTUBE/MAJALAH MATA AIRAcara penutupan dan pengumuman pemenang lomba literasi ?Semua Membacanya? (1/11/2020) yang digelar Majalah Mata Air. Lomba berlangsung dari 12 September sampai 25 Oktober 2020 dan diikuti 9.964.

KOMPAS.com - Kegiatan penguatan literasi di tengah pandemi global Covid-19 nyatanya tidak mengalami stagnasi. Hal ini tergambar dalam gelaran lomba literasi “Semua Membacanya” yang digelar Majalah Mata Air dari 12 September sampai 25 Oktober 2020.

Dalam penutupan acara dan pengumuman pemenang yang digelar secara daring (1/11/2020), tercatat kegiatan literasi positif ini diikuti 9.964 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan dengan rentang usia 7-67 tahun.

"Hal ini menjadi kabar gembira karena menunjukan minat baca di masyarakat Indonesia di rentang usia produktif tinggi," ujar Tegar Rezavie Ramadhan, Ketua Panitia Lomba Baca Buku
“Semua Membacanya”.

Tegar menambahkan, "keikut sertaaan rentang usia dibawah 15 tahun juga membawa angin segar di lomba ini yang menunjukkan bahwa semangat literasi usia muda begitu tinggi."

Selain lomba baca, rangkaian kegiatan "Semua Membacanya" juga diisi dengan 4 seminar, 4 kuis, 1 kali try out dan terakhir final test yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Baca juga: Ditjen Dikti dan Maarif Institute Kerja Sama Tingkatkan Literasi Pendidikan Tinggi

Optimisme di tengah krisis

"Sangat mengharukan saat melihat banyak testimoni peserta yang masuk mengungkapkan berapa mereka merasa terbantu untuk kembali membaca buku dengan adanya lomba ini," ungkap Astri Katrini Alafta, Pemimpin Redaksi Mata Air.

Ia menjelaskan deskripsi usia dan latar belakang peserta yang sangat beraneka ragam membuat pihaknya sangat bangga bahwa tema lomba "Semua Membacanya, Semua Membaca Kisah Rasulullah " benar benar tercapai.

"Ini adalah cara yang sangat elegan menjawab isu isu negatif yang mencoba mendiskreditkan Sang Nabi yang terjadi akhir-akhir ini, yakni dengan ajakan untuk semakin mengenal sosok dan kemuliaan Beliau Shallallahu alaihi wasallam," tegasnya.

Bagi Astri, semua peserta menjadi juara ketika mereka telah meresapi bacaan ini dan menjadikannya sebagai jawaban atas permasalahan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat saat ini.

Optimisme senada disampaikan Tegar dengan mengutip data peserta yang juga banyak datang dari profesi ibu rumah tangga dan tidak hanya didominasi kalangan akademis saja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X