Jatim Perkuat Ekosistem "SMA Double Track" Guna Tekan Angka Pengangguran SMA

Kompas.com - 27/10/2020, 23:04 WIB
Guna memberikan wadah atas inovasi dan kreativitas siswa, bekerja sama dengan ITS, Bidang Pembinaan SMA Dispendik Jatim menggelar Virtual Expo SMA Double Track yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 27 Oktober 2020. DOK. DISPENDIK JATIMGuna memberikan wadah atas inovasi dan kreativitas siswa, bekerja sama dengan ITS, Bidang Pembinaan SMA Dispendik Jatim menggelar Virtual Expo SMA Double Track yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 27 Oktober 2020.

KOMPAS.com - Guna menekan angka pengangguran lulusan SMA, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur melakukan terobosan dengan menginisiasi program "SMA Double Track" (SMA DT) sejak 2018.

SMA DT sendiri merupakan program di mana setiap lulusan siswa SMA DT akan memiliki dua kompetensi berupa pembelajaran reguler dan kompetensi keterampilan bersertifikat.

''Dengan SMA DT, kami membuat terobosan dengan memberi keterampilan tambahan di luar jam pelajaran dengan tujuh kompetensi,'' kata Ety Prawesti Kabid Pembinaan SMA Dispendik Jatim.

Program SMA DT, jelasnya, menjawab tantangan banyaknya angka lulusan SMA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada 2018, ada sebanyak 116.772 atau 67,84 persen siswa SMA tidak masuk ke bangku kuliah.  

Membangun ekosistem SMA DT

Guna memberikan wadah atas inovasi dan kreativitas siswa, bekerja sama dengan ITS, Bidang Pembinaan SMA Dispendik Jatim menggelar "Virtual Expo SMA Double Track" yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 27 Oktober 2020.

Baca juga: Membangkitkan Sekolah Vokasi Jadi Obat Mujarab bagi Indonesia

Dalam gelaran yang mengangkat "Maju Bersama, Hebat Semua, Gemilang", Khofifah memberikan apresiasi kepada siswa SMA DT peserta yang tetap menunjukan semangat dan antusiasme tinggi meski pameran dilaksanakan secara daring di tengah pandemi.

"Kita bisa menyaksikan bagaimana karya dan kreasi siswa SMA Double Track, hari ini saat pandemi Covid, tidak mengurangi semangat dari Expo SMA Double Track," ungkap Khofifah.

Ia berpesan kepada para siswa untuk terus mengasah kemampuan dan talenta sesuai dengan kebutuhan pasar. "Seluruh talenta selain terus diasah, juga harus menemukan titik di antara konsumen dan produsen," pesan Gubernur Jatim.

Ia melihat masa SMA menjadi waktu sangat tepat untuk siswa belajar kewirausahaan karena pada masa ini rasa ingin tahu, semangat bereksperimen kreavitas dapat mulai diasah.

Selain mendorong siswa untuk membangun jejaring, Khofifah juga mengajak siswa untuk memiliki kesiapan mental agar kuat menghadapi tantangan yang akan muncul dalam pengembangan inovasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X