Wamenag: Bantuan Operasional Pesantren Tidak Dipotong Satu Rupiahpun

Kompas.com - 27/10/2020, 17:53 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. Dok. KemenagWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi.

KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama ( Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan, dana bantuan operasional untuk pesantren dan pendidikan keagamaan islam tidak akan dipotong satu rupiah pun.

"Kami pastikan tidak ada anggaran yang dipotong satu rupiah pun. Ini adalah hak para pengasuh pesantren dan kiai untuk memberi perhatian kepada santri," ucap Zainut melansir laman Kemenag, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Kemenag Salurkan Anggaran PJJ Rp 1,178 Triliun

Bila ada pemotongan bantuan atau pelaksanaan korupsi, bilang dia, akan diberikan hukuman yang berat atas tindakan tersebut. Hal itu disebabkan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, agar pesantren bisa terbantu dalam upayanya mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,599 triliun sebagai bantuan operasional di masa Covid-19 bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Anggaran itu dicairkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, dicairkan mulai akhir Agustus dengan anggaran Rp930,84 miliar (35,8 persen). Tahap kedua dicairkan pada awal Oktober dengan anggaran mencapai Rp1,089 triliun (41,9 persen). Tahap III sebesar Rp578,62 miliar atau 22,3 persen, dijadwalkan cair mulai awal November.

Bantuan operasional

Dana bantuan operasional yang disalurkan akan membantu 21.173 pesantren, 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan 112.008 Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ). Selain operasional, ada juga bantuan pembelajaran daring untuk 14.115 lembaga pendidikan yang sudah dicairkan seluruhnya pada tahap I dan II.

Untuk bantuan operasional pesantren, terbagi dalam tiga kategori, sesuai jumlah santri. Pesantren kategori kecil mendapat Rp25juta, sedang Rp40juta, dan pesantren besar mendapat Rp50juta.

"Meski nilainya tidak besar, tapi ini bentuk kehadiran negara agar santri bisa belajar dengan baik. Mari kita amankan program pemerintah ini dengan sebaik-baiknya," jelas dia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani telah mengatakan, pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang namanya ditetapkan sebagai penerima bantuan, bisa segera mengurus pencairan dengan datang ke bank penyalur, sambil membawa Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan dan Surat Pemberitahuan Bantuan.

Baca juga: Menag Optimis Pesantren Bisa Lewati Pandemi Covid-19

"Bantuan disalurkan ke rekening penerima bantuan. Tidak boleh ada potongan dalam bentuk dan atas alasan apapun. Haram hukumnya, apabila bantuan ini dikutip oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ini merupakan hak ibu dan bapak pengasuh pesantren," ucap dia.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X