Guru, Siswa Ingin Jumlah Tugas Dikurangi Selama PJJ

Kompas.com - 19/10/2020, 21:31 WIB
Ilustrasi peserta didik sedang mengerjakan tugas. DOK. PEXELSIlustrasi peserta didik sedang mengerjakan tugas.

KOMPAS.com – Pada Kamis (15/10/2020), Merryll Panggabean dan Charisa Nicole selaku pelajar dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Collage menyampaikan pendapatnya bahwa mereka ingin guru mengurangi jumlah tugas selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kalau boleh jujur, tugas yang kita suka itu, tugas yang enggak dikasih setiap hari ya. Jadi kayak enggak banyak banget tugasnya karena kadang-kadang itu tugas suka dikasih, kita ada pelajarannya 3 kali seminggu. Nah tiga-tiganya itu kita dikasih tugas yang pas malamnya due date (batas waktu pengumpulan),” ujar Merryll di akun YouTube REFO Indonesia.

Mewakili pendapat murid, Merryll merasa penugasan tersebut sangat amat sulit dilakukan karena mata pelajaran dalam sekolah ada lebih dari satu.

Baca juga: 8 Webinar Gratis Kemendikbud untuk Asah Keterampilan Guru

Maka dari itu, ia berharap agar guru mengurangi jumlah tugas. Misalnya dari tiga tugas, guru bisa hanya memberikan dua.

“Karena itu juga stres banget tiba-tiba. Mungkin menurut guru-guru karena ada online school (sekolah daring) ini, kita lebih fleksibel ya. Akan tetapi, sebenarnya walaupun kita mungkin lebih fleksibel, tapi tugasnya ditambahin jadi enggak fleksibel. Jadi itu mungkin masukan saya,” tegas Merryll.

Dalam web seminar bertajuk “Menilik Curahan Hati Peserta Didik”, Charisa Nicole atau yang lebih akrab disapa Nicole juga setuju dengan pendapat Merryll.

Ia mengerti bahwa terkadang guru-guru tidak sengaja memberikan tugas yang banyak dalam waktu yang sama. Namun, Nicole meminta tolong agar guru mempertimbangkan pemberian tugasnya lagi.

“Kita masih harus bantuin orang tua di rumah, kita masih ada tugas di pelajaran-pelajaran lain. Atau mungkin kita udah mulai mempersiapkan untuk kuliah atau kita masih harus bersosialisasi dengan teman-teman kita. Kita juga buruh rest (istirahat). Terus kita juga butuh waktu untuk diri kita sendiri. Jadi kalau misalnya tugas enggak usah banyak-banyak sih itu bakal ngebantu banget ya,” jelasnya.

Meskipun memberikan Merryll dan Nicole memberikan pendapatnya kepada guru, tetapi mereka juga tetap memahami bahwa guru juga memiliki tugas yang juga berat untuk beradaptasi selama PJJ.

Maka dari itu, Merryll dan Nicole ingin adanya komunikasi yang terbuka antar murid dan guru supaya segala sesuatu bisa tercapai dengan mendikusikannya bersama-sama. 

Komunikasi menjadi hal yang sangat penting saat PJJ karena hal tersebut bisa memberikan pemahaman terhadap kondisi guru dan juga murid. 

Dampak nyata dan angka survei

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X