Festival Sains dan Budaya 2021, Pemantik Semangat Inovasi dan Kreativitas

Kompas.com - 18/10/2020, 11:03 WIB
Festival Sains dan Budaya 2021 akan menggelar pameran dan kompetisi secara virtual 19?21 Februari 2021. DOK. EDUVERSAL INDONESIAFestival Sains dan Budaya 2021 akan menggelar pameran dan kompetisi secara virtual 19?21 Februari 2021.

KOMPAS.com - Sains dan seni kerap kali ditempatkan dalam posisi saling berseberangan antarkeduanya, termasuk dalam dunia pendidikan. Namun, Festival Sains dan Budaya (FBS) justru menyandingkan keduanya sebagai kegiatan siswa yang sama unggul.

Pagelaran tahunan FSB yang digelar Eduversal Indonesia merupakan merupakan penggabungan program besar tingkat nasional yaitu Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (Osebi).

Direktur Eduversal Indonesia, Dwi Prajitno Wibowo menjelaskan penggabungan kompetisi sains dan budaya menjadi kekuatan dari gelaran ini.

"FSB merupakan gabungan progran besar ISPO yang saat ini memasuki tahun ke-13 dan Osebi yang telah masuk tahun ke-7. Selain penggabungan ini, keunggulan FSB adalah adanya konsep terbuka tanpa batasan," jelas Dwi.

Dwi menegaskan, "artinya, setiap sekolah tidak dibatasi dalam mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kategori sains maupun seni budaya. Semua siswa punya peluang yang sama untuk berkompetisi baik di ISPO maupun Osebi."

Baca juga: Survei: Kualitas Guru Jadi Pendorong Terbesar Prestasi Siswa

Mendorong kreativitas tanpa batas

Tahun ini, FSB yang dilaksanakan secara daring dan mengangkat tema "Kreativitas Tanpa Batas" diharapkan memapu menjadi pemantik semangat siswa Indonesia untuk keluar dari keterbatasan yang ada.

"Kita tetap menggelar FSB secara daring tahun ini di tengah pandemi dengan harapan dapat menjadi penyemangat anak-anak kita untuk keluar menembus batas-batas keterbatasan yang ada, baik keterbatasan karena individu maupun keterbatasan akibat pandemi Covid-19," jelas Dwi dalam konferensi media, Sabtu (17/10/2020).

Ia menambahkan, melalui FSB 2021 pihaknya hendak melahirkan generasi gemilang bangsa yang tak ragu berinovasi, berperadaban tinggi, mempunyai karakter dan mental kuat, dan bermartabat.

FSB sebelumnya telah diikuti 383 proyek bidang sains dari 740 siswa dan 294 proyek bidang seni budaya dari 244 siswa.

Meskipun dalam keterbatasan di masa Pandemi ini, Dwi menyampaikan pihaknya tetap berusaha mendorong setiap generasi muda berbakat untuk menembus batas-batas kreativitas mereka dan membangun sendiri masa depan yang mereka impikan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X