Kompas.com - 15/10/2020, 13:23 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengangkat Duta Edukasi Perubahan Perilaku yang berasal dari kalangan mahasiswa sebagai upaya menekan laju Covid-19.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Aris Junaidi mengatakan, pihaknya mengapresiasi semua mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi yang berkontribusi pada program ini.

Mahasiswa sebagai Duta Edukasi memegang amanah yang besar,” kata Aris saat membuka Pembekalan Duta Edukasi Perubahan Perilaku secara virtual pada Rabu (14/10/2020), seperti dilansir dari laman Kemendikbud.

Baca juga: Cari Info Kuliah hingga Beasiswa Luar Negeri, Yuk Daftar Pameran Pendidikan Ini

Ketua Subbidang Edukasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Haris Iskandar mengatakan, mahasiswa Duta Edukasi Perubahan Perilaku akan mendapatkan sertifikat elektronik dari Direktorat Belmawa, Ditjen Dikti, Kemendikbud di akhir masa tugasnya.

“Sertifikat ini dapat dikonversikan dalam bentuk kredit akademik,” jelasnya.

Tugas utama Duta Perubahan Perilaku

Duta Mahasiswa akan langsung terjun ke masyarakat dan bertugas untuk mengampanyekan pentingnya menjaga protokol kesehatan dan memberikan input terkait seberapa besar masyarakat yang telah menjalankan protokol kesehatan.

Haris menjelaskan, monitoring perubahan perilaku yang dilakukan mahasiswa secara langsung dapat terpantau melalui gawai/gadget. Duta mahasiswa dapat mengunggah laporan dan dokumentasi secara elektronik melalui aplikasi ini.

Baca juga: Asesmen Nasional Pengganti UN, Kemendikbud: Tidak Semua Siswa Ikut

Ia pun menjelaskan tugas utama mahasiswa sebagai duta, antara lain:

  1. Memetakan masalah di lapangan terkait pelaksanaan protokol kesehatan dan mencari tahu kebutuhan masyarakat.
  2. Memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk merespon masalah dalam kelompok yang telah ditetapkan.
  3. Melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Perilaku 3M serta pendampingan pada masyarakat yang strategis.
  4. Memantau pelaksanaan 3M di lapangan.

Edukasi Perubahan Perilaku, kata dia, dilakukan secara bertahap mulai dari identifikasi masalah, penyusunan program kreatif, dan pergerakan edukasi perubahan perilaku langsung turun ke lapangan.

Baca juga: Mengenal Nunchi, Rahasia Hidup Bahagia dan Sukses dari Korea

Aris menambahkan, pelaksanaannya berlangsung selama 20 hari di lapangan dan 10 hari analisis data secara periodik, yang dilakukan sampai tanggal 31 Desember 2020.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.