Kompas.com - 12/10/2020, 10:37 WIB
Peresmian Diploma IV Perkeretaapian oleh Menristekdikti di Politeknik Negeri Madiun (8/6/2018) Dok. Humas KemendiktiPeresmian Diploma IV Perkeretaapian oleh Menristekdikti di Politeknik Negeri Madiun (8/6/2018)

KOMPAS.com - Politeknik Negeri Madiun (PNM) terus menggenjot pendidikan vokasi yang fokus pada industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka). Kali ini, PNM menggandeng SMK PGRI Mejayan dan PT Industri Kereta Api (INKA).

Direktur Politeknik Negeri Madiun, Muhammad Fajar Subkhan mengatakan, kerjasama ini akan memberikan peluang yang bagus dari masing-masing pihak, pastinya menciptakan lulusan yang terbaik untuk Iduka.

Baca juga: LPDP Tawarkan Beasiswa Penuh, Ini Ragam Pembiayaan yang Diberikan

"Dengan kesepakatan kerjasama ini diharapkan akan bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman yang membawa manfaat dalam pengembangan institusi masing-masing," kata dia dalam keterangan resminya, melansir laman pnm.ac.id, Kamis (8/10/2020).

Kepala SMK PGRI Mejayan, Sampun Hadam menyatakan, banyak pencapaian kegiatan yang telah ditorehkan oleh sekolah ini. Harapannya, kerjasama ini bisa berjalan dengan baik bersama PNM dan INKA Madiun.

Perusahaan INKA sendiri menyambut positif kerjasama yang datang dari kedua pendidikan vokasi. Namun demikian, kerjasama tergantung dari seberapa cepat masing-masing pihak meresponnya.

Kerjasama INKA dengan PNM telah terjalin lama, karena keduanya sempat menandatangani kemitraan untuk membuka Program Studi (Prodi) D4 teknik Perkeretaapian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prodi itu telah diluncurkan di Juni 2018. Di mana penandatanganan kerjasamanya telah dilakukan oleh Direktur Utama INKA Budi Noviantoro dan Direktur PNM Muhammad Fajar Subkhan pada pertengahan 2019.

Budi mengatakan, INKA menggandeng perguruan tinggi untuk membuka program vokasi perkeretaapian sebagai solusi untuk mencetak tenaga terampil di bidang perkeretaapian. Kebutuhan SDM di bidang perkeretaapian diprediksi semakin meningkat di masa mendatang, dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan industri perkeretaapian mencapai 30 ribu orang.

Terkait kebutuhan SDM itu, kata Budi, INKA membutuhkan pegawai yang menguasai aspek regulasi, keterampilan khusus seperti masinis, dan keahlian di bidang manufaktur kereta api.

Baca juga: Ini Peran dan Tuntutan Kompetensi Guru di Masa Pandemi

Untuk memasok SDM berkualitas ke INKA, Budi yang menginisiasi pendidikan vokasi Teknik Perkeretaapian di PNM, Jawa Timur, menambah jumlah pendidikan vokasi setelah menandatangani kesepakatan bersama dua SMK di Banyuwangi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X