Kompas.com - 03/10/2020, 14:13 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.
|

KOMPAS.com - Kini, kesehatan menjadi keharusan bagi semua orang. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19, semua harus bisa menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.

Selain adanya ancaman Covid-19, nyamuk juga menjadi persoalan tersendiri. Sebab, Nyamuk bisa membawa penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, zika, dan lain sebagainya.

Tetapi pengendalian tempat perindukan nyamuk lebih menitikberakan pada penutupan dan abatisasi pada bak mandi.

Baca juga: Mahasiswa UB: Pakai Enzim Ini, Sampah Plastik Terurai Cepat

 

Atau dengan cara penguburan barang-barang buangan di sekitar rumah justru malah berpeluang sebagai penampung air hujan.

Pemberantasan nyamuk juga biasa dilakukan dengan menggunakan insektisida. Salah satu bahan kimia yang biasa digunakan untuk pengawasan nyamuk dewasa adalah malathion.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sifat dari insektisida sintetik ini sulit untuk terurai sehingga akan menimbulkan efek yang merugikan dan mengganggu organisme lain serta membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Cara murah dan alami

Akan tetapi, ada satu ide yang murah adalah dengan mencegah nyamuk mendekat pada tempat-tempat tergenang air, seperti drainase yang tersumbat.

Penggunaan tanaman pengusir nyamuk salah satunya geranium radula juga dinilai dapat menjadi terobosan baru karena tidak menimbulkan dampak seperti insektisida dan bahan kimia lainnya.

Terkait hal itu, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Yalim Fikhoir, Sulthon Arsyad Alifudin, dan Dimas Wahyu Cahya meneliti penerapan Geranium radula ini lebih lanjut.

"Untuk penerapannya cukup mudah yaitu dengan ditanam di dekat drainase saluran terbuka namun dengan beberapa perlakuan tertentu agar memberikan hasil yang efektif," ujar Yalim selaku ketua tim seperti dikutip dari laman UB, Rabu (30/9/2020).

Daun harus bergerak

Dijelaskan, agar dapat mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk, maka daun-daunya harus saling bergerak. Pada kondisi diluar lapangan, angin memberikan efek yang sama.

Dengan demikian dimensi drainase saluran terbuka yang dapat diatasi memiliki kriteria tertentu.

Apabila Geranium radula ditanam pada satu sisi drainase saja, maka lebar saluran harus kurang dari 1 meter dan jika ditanam pada kedua sisi maka lebar maksimum dari saluran adalah 2 meter.

Tak hanya itu saja, Geranium radula juga harus ditanam saling berdekatan agar daun-daun dari tanaman ini saling bersentuhan.

"Jika tanaman bergerak terhembus angin, dedaunan saling bergesekan semakin luas dan dapat memicu keluarnya aroma Geranium radula yang mengandung Geraiol dan Sitronellol. Sehingga area drainase yang terlindungi lebih besar," jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa UB Temukan Penghemat BBM dari Bahan Alami Ini

"Semoga inovasi ini dapat bermanfaat dan dapat diterapkan oleh masyarakat sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk dan dapat menekan angka penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk," harap Yalim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X