Hari Batik Nasional 2020, Warisan Budaya Hidup Jika Dilestarikan

Kompas.com - 02/10/2020, 17:13 WIB
Peringatan Hari Batik Nasional 2020 gelaran UNESCO Kantor Jakarta, Citi Foundation dan Kita Muda Kreatif, Jumat (2/10/2020). Tangkapan layar kanal Youtube Kita Muda KreatifPeringatan Hari Batik Nasional 2020 gelaran UNESCO Kantor Jakarta, Citi Foundation dan Kita Muda Kreatif, Jumat (2/10/2020).
|

KOMPAS.com - Bangsa Indonesia dengan keberagamannya memiliki banyak budaya. Terlebih warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang hingga yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

Salah satu warisan budaya tak benda yang ada di Indonesia dan masih dilestarikan ialah batik. Bahkan kini batik telah diakui dunia.

Batik dikukuhkan UNESCO melalui sidang Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Culture Heritage sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia. Kemudian setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Baca juga: Siswa, Ini Perjalanan Batik Jadi Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO

Tahun ini, peringatan Hari Batik Nasional oleh UNESCO Jakarta mengangkat tema "Heritage on the Move!". UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia di bawah dukungan Citi Foundation kembali menggelar Perayaan Hari Batik Nasional 2020 secara virtual.

Perayaan virtual melalui live streaming di kanal YouTube Kita Muda Kreatif dan di akun Instagram Kita Muda Kreatif, Jumat (2/10/2020).

Upaya melestarikan warisan budaya

Dra Sri Hartini, M.Si, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud saat membacakan sambutan Dirjen Kebudayaan mengatakan, setiap warga negara harus melestarikan warisan budaya.

"Kita pantas bersyukur bahwa Indonesia dikaruniai warisan budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Salah satunya batik Indonesia yang telah di inskripsi pada 2 Oktober 2009 yang kemudian kita peringati sebagai hari batik nasional," terangnya.

Diharapkan, batik tidak sekedar keunikan motif atau bahan material yang digunakan untuk menunjukkan keistimewaannya akan tetapi batik bisa dilihat mulai dari sejarah dan proses pembuatannya.

Tak hanya itu saja, batik juga bisa dilihat dari nilai filosofis yang terkandung di dalam setiap motifnya bahkan hingga karakter pemakainya yang sarat melambangkan nilai-nilai ajaran kehidupan.

"Penghargaan dan pengakuan dunia internasional terhadap batik telah mengamanatkan masyarakat dunia termasuk seluruh komponen bangsa untuk dapat secara optimal berupaya melestarikan batik," tandasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X