SMK Negeri 1 Magelang Siap Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 30/09/2020, 10:53 WIB
Aktivitas pembelajaran siswa SMK.

DOK. Direktorat SMK KemendikbudAktivitas pembelajaran siswa SMK.

KOMPAS.com - SMK Negeri 1 Magelang menyatakan siap menjalani pembelajaran secara tatap muka. Persiapan ini telah selesai dilakukan pihak sekolah beberapa minggu terakhir, hanya saja tinggal menunggu izin pemerintah daerah ( Pemda) dan dinas terkait.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 SMK Negeri 1 Kota Magelang, Adung Nakanta menyatakan, sekolah telah mempersiapkan sarana dan prasarana. Mulai dari gerbang masuk sekolah yaitu pos satpam hingga ke dalam kelas.

Baca juga: Kisah Sukses Luky, Lulusan SMK Berprestasi di Tingkat Dunia

"Yaitu kesiapan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dengan petugasnya, jalur masuk siswa menuju kelas dan jalur keluar siswa keluarnya sudah kami persiapkan," kata Adung dalam keterangan resminya, melansir laman SMKN1Magelang.sch.id, Selasa (29/9/2020).

Adung menjelaskan, untuk waktu antara siswa yang masuk dan keluar, tidak boleh berpapasan. Selain itu, penerapan protokol kesehatan tetap disiplin dilakukan.

"Seperti wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan menghindari terjadinya kerumunan," kata Adung.

Perlu diketahui, untuk bidang kurikulum juga sudah menyiapkan pembelajaran yang disesuaikan dengan masa pandemi Covid-19 ini.

"Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum telah menyiapkan semuanya. Sehingga kami bersinergi serta siap melaksanakan pembelajaran tatap muka secara bertahap," jelas Adung.

Sekolah harap izin cepat keluar

Adung pun mengungkapkan, pengajuan izin terkait pembelajaran tatap muka telah diajukan. Pihaknya berharap secepatnya diverifikasi dan diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Atas keluhan dari orangtua dan siswa mengingat SMK Negeri 1 Kota Magelang merupakan sekolah vokasi, maka tetap siap melayani konsultasi terkait pembelajaran. Kesiapan meliputi guru dan kesehatannya, serta sarana dan prasarana protokol kesehatan.

"Jadi siswa datang ke sekolah untuk konsultasi pun harus atas izin orang tua masing-masing," tegas Adung.

Konsultasi terkait pembelajaran yang dikonsultasikan tidak hanya materi yang belum jelas. Namun juga dari para siswa yang terkendala ketika melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), bisa jadi karena buruknya sinyal internet atau keterbatasan kuota internet.

Baca juga: SMK Negeri 2 Yogyakarta Mulai Belajar Tatap Muka

"Sehingga kami siap untuk melayani mereka. Dengan catatan tetap disiplin protokol kesehatan dan mendapat izin orang tua," terangnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X