Dosen Politeknik Negeri Cilacap Atasi Kesulitan Air di Dusun Bondan

Kompas.com - 29/09/2020, 19:24 WIB
ilustrasi diego_cervoilustrasi

KOMPAS.com - Dosen Politeknik Negeri Cilacap menjalankan program dalam mengatasi kesulitan air di wilayah Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kampung Laut, Cilacap. Kegiatan itu dilakukan dengan cara mengubah air tawar baku menjadi air siap konsumsi.

"Program ini merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami namakan dengan Program Desalinasi Air Payau. Program ini berkapasitas 240 liter per jam," kata Wakil Direktur Politeknik Negeri Cilacap, Eng. Agus Santoso dalam keterangannya, melansir laman PNC.ac.id, Selasa, 29 September 2020.

Baca juga: Proses Hibah Tanah Cepat, Cirebon Miliki Kampus Manufaktur Tahun 2021

Menurut dia, terpilihnya Dusun Bondan sebagai objek pengabdian kepada masyarakat oleh beberapa dosen, karena merupakan salah satu dusun yang terletak di daerah perairan yang mengalami pasang surut.

Berbagai permasalahan muncul di Dusun Bondan akibat penggunaan air yang tidak memenuhi standar baku mutu air sanitasi, diantaranya menyebabkan timbulnya beberapa penyakit.

"Krisis air yang dialami oleh warga dusun bondan ini menjadi lebih parah, ketika musim kemarau mengingat air yang terdapat di dusun ini merupakan air dengan salinitas dan kandungan padatan terlarut yang tinggi," jelas dia.

Masyarakat keluarkan biaya tinggi

Masyarakat, sambung dia, harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan air bersih, dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah alat desalinasi yang mampu memproduksi air yang sesuai dengan standar baku mutu.

Dengan melihat kondisi masyarakat tersebut, dia mengaku, maka beberapa dosen Politeknik Negeri Cilacap yang terdiri dari Dosen Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektronika, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

"Saya dibantu oleh Bayu Aji Girawan, Joko Setia Pribadi, dan Supriyono," tutur dia.

Warga dapat minum air siap konsumsi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, bilang dia, adalah salah satu wujud sumbang pemikiran dan kemampuan dalam hal pengetahuan serta keilmuan dalam rangkaian kegiatan penerapan teknologi bagi masyarkat.

"Itu berupa konsultasi, perancangan, dan pendampingan pelaksanaan kegiatan dari dosen-dosen di Politeknik Negeri Cilacap kepada masyarakat," terang dia.

Untuk mensukseskan terwujudnya kegiatan ini, sambung dia, Politeknik bekerjasama dengan PT Pertamina, melalui Program CSR Pertamina yang kemudian program ini diberi nama Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesi Mas).

Baca juga: Tingkatkan SDM, Cirebon Bangun Kampus Manufaktur

Program ini telah diresmikan pengoperasiannya oleh General Manager PT Pertamina RU IV Joko Pranoto pekan lalu. Dengan diresmikannya ini maka warga Dusun Bondan telah mendapatkan air tawar baku yang siap dikonsumsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X