Kuliah Bidang STEM, Siapa Takut?

Kompas.com - 28/09/2020, 11:17 WIB
Untar menggelar Lomba Model Jembatan Kayu (LMJK) di kampus 1 Untar, Sabtu (27/4). Ajang LMJK Untar ke-22 ini ditujukan bagi siswa SMA di Jabodetabek dan Jawa Barat. Dok. UntarUntar menggelar Lomba Model Jembatan Kayu (LMJK) di kampus 1 Untar, Sabtu (27/4). Ajang LMJK Untar ke-22 ini ditujukan bagi siswa SMA di Jabodetabek dan Jawa Barat.

Oleh: Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan, Gregorius Dimas Baskara

KOMPAS.com - Ketika pandemi Covid-19 mulai merebak di seluruh dunia termasuk Indonesia, pemerintah mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kita tentu berpikir bagaimana dengan kelanjutan kehidupan manusia termasuk kita. Semua orang diminta untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah masing-masing.

Pertanyaan mendasar kemudian yang muncul adalah bagaimana dengan produksi dan distribusi makanan, bagaimana energi listrik, gas, air minum, obat-obatan dan lain sebagainya.

Semua kebutuhan hidup harus terus tersedia untuk memenuhi permintaan semua orang yang membutuhkan. Ternyata, kita tetap dapat menikmati semua kebutuhan tersebut dengan baik, meskipun mungkin mengalami beberapa kendala yang berbeda-beda di setiap daerah.

Tentu kita semua harus terus bersyukur dan berterima kasih atas semua hal baik yang terus dapat kita terima dan nikmati, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 yang mudah ini.

Baca juga: Percaya Deh, Sains Itu Seru!

Kebutuhan STEM masa depan

Salah satu bidang yang dibutuhkan sepanjang masa adalah bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Math) atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Tidak dapat dimungkiri, orang-orang yang bekerja dalam bidang ini, telah menghasilkan berbagai temuan teknologi maju yang memungkinkan kita menikmati hasilnya bahkan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Tanpa bermaksud mengurangi peran bidang lain yang juga sangat penting dalam kehidupan kita, bidang STEM telah mampu memberikan kita ketenangan dalam menjalankan kehidupan ini, dengan aneka ragam teknologi yang kita nikmati seperti makanan, sadang, papan, transportasi, energi, komunikasi, peralatan kesehatan dan berbagai kebutuhan lainnya.

Namun jika kita perhatikan berbagai data yang telah disampaikan berbagai pihak, di Indonesia saat ini dan tahun-tahun mendatang, diprediksi akan kekurangan tenaga ahli bidang STEM misalnya yang bekerja sebagai insinyur di berbagai disiplin ilmu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X