300 Mahasiswa Polije Bantu Dongkrak BUMDes Lumajang

Kompas.com - 26/09/2020, 15:49 WIB
Penandatanganan kerjasama antara Politeknik Negeri Jember (Polije) dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. DOK. Politeknik Negeri JemberPenandatanganan kerjasama antara Politeknik Negeri Jember (Polije) dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

KOMPAS.com - Politeknik Negeri Jember ( Polije) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Proses kerjasama yang dilakukan, yakni mahasiswa Polije akan mendongkrak kinerja Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) yang dimiliki pemerintahan Lumajang.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, sebanyak 300 mahasiswa Polije yang sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL) Tematik Kewirausahaan (TKWU) akan membantu memetakan potensi, mendampingi dan mendongkrak sekaligus mengaktifkan BUMDes yang ada di 74 desa, agar produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.

Baca juga: Politeknik Negeri Banyuwangi Terangi Listrik ke Nelayan Pacemengan

"Saya harapkan kalian mampu mengaktifkan dan mendongkrak BUMDes Lumajang, dengan membantu memetakan potensi dan memberikan jalan keluar pengelola BUMDes untuk majukan usahanya," ujar Indah dalam keterangannya, melansir laman Polije.ac.id, Sabtu (26/9/2020).

Menurut dia, Lumajang sangat kaya akan sumber daya alam ( SDA), akan tetapi harus diakui dalam pengembangan teknologinya masih kurang. Salah satu potensi unggul Lumajang adalah Salak Pronojiwo.

"Sehingga dengan sentuhan teknologi pertanian dalam aspek budidaya dan pasca panen, Salak Pronojiwo menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan oleh BUMDes, disamping potensi SDA lainnya," ungkap Indah.

Mahasiswa PKL didampingi dosen pembimbing

Direktur Polije, Saiful Anwar mengungkapkan, mahasiswa yang menjalani PKL merupakan hasil kerjasama dengan USAiD-Mitra Kunci bersama Politeknik Negeri Bandung dan Politeknik Negeri Semarang. Polije menerjunkan 800 mahasiswa jenjang Sarjana terapan berbagai bidang ilmu dengan kompisisi 10 mahasiswa di setiap BUMDes.

Kelompok mahasiswa yang diterjunkan disetiap BUMDes terdiri dari 10 mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu, sehingga mampu memetakan berbagai permasalahan yang dialami oleh BUMDes. Mahasiswa yang menjalankan program PKL akan didampingi oleh 40 Dosen Pembimbing.

"Seluruh mahasiswa peserta PKL TKWU sebanyak 792, dengan sekitar 300an mendampingi BUMDes di Kabupaten Lumajang, serta selebihnya melakukan PKL TKWU secara mandiri yang tersebar di Wilayah Jember dan Banyuwangi," terang dia.

Ketua Panitia Pelaksana PKL TKWU, Dhanang Eka Putra menambahkan, program PKL TKWU ini mampu melibatkan dan memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan potensi BUMDes, serta berkontribusi dalam pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Dhanang berharap mahasiswa peserta PKL TKWU dengan bekal dan kompetensi sesuai bidang yang beragam tersebut mampu membantu memetakan potensi dan pemasalahan yang ada di BUMDes.

Baca juga: Sebelum Program Kuota Gratis, Uang Habis untuk Beli Paket Internet

"Hingga akhirnya mampu meningkatkan kapasitas usaha serta meningkatkankan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam aspek membantu pemulihan ekonomi sebagai dampak wabah Covid-19," tukas Dhanang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X