20 Pondok Pesantren Terkena Wabah Covid-19

Kompas.com - 24/09/2020, 18:34 WIB
Ilustrasi pondok pesantren KOMPAS.ComIlustrasi pondok pesantren

KOMPAS.com - Sebanyak 20 pondok pesantren ( ponpes) terkena wabah Covid-19. Angka penyebarannya paling banyak terjadi di pondok pesantren di daerah Bayuwangi, yakni sebanyak 622 santri.

"Data per minggu kemarin, ada 20 pondok pesantren yang terkena Covid-19, paling besar di Bayuwangi ada sekitar 600 lebih," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, dalam acara webinar "Program Sekolah dan Pesantren Sehat", Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Kemenag Audit Dana BOP Pondok Pesantren

Waryono mengatakan, meski banyak pondok pesantren terkena Covid-19, tapi para santri tidak ada yang sampai meninggal. Hal itu dikarenakan proses penanganannya dilakukan secara baik oleh pengurus pondok pesantren dan dinas kesehatan setempat.

"Semuanya bisa diatasi dengan baik, Alhamdulillah tidak ada santri yang meninggal karena Covid-19, kita menjalankan koordinasi dengan baik, baik bersama dinas kesehatan maupun gugus tugas daerah setempat," tegas dia.

Harus ikuti protokol kesehatan

Dengan adanya kasus seperti itu, dia menegaskan kepada seluruh pondok pesantren yang telah diberikan lampu hijau untuk belajar dengan tatap muka, harus mengikuti semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Tolong kepada semua peserta atau pelaksana didik di ponpes, kami tegaskan harus mengikuti protokol kesehatan," jelas dia.

Memang, lanjut dia, ilmu kesehatan selalu diberikan di pondok peantren. Tapi, karena ada keterbatasan keuangan dan infrastruktur di pondok pesantren pelosok pedesaan, maka pemberian ilmu kesehatan itu tak berjalan dengan baik.

"Dalam tanda kutip pesantren ke bawah (kurang fasilitas), itu cuma wacana pemberian ilmu kesehatan," ungkap dia.

Bekal ilmu kesehatan

Maka dari itu, dengan hadirnya perusahaan Unilever Indonesia melalui Unilever Indonesia Foundation diharapkan pemberian ilmu kesehatan itu sampai ke pondok pesantren yang ada di pelosok pedesaan.

Baca juga: Pemkot Tangerang Instruksikan Pondok Pesantren hingga Rumah Yatim Bentuk Satgas Covid-19

"Kita harapkan Unilever itu ada di ponpes. Keberpihakan makro pemerintah terhadap santri belum ada, baru hanya terbatas. Kita tetap berjuang dalam pembelajaran jarak jauh ini, agar kita bisa lakukan, ini menarik untuk generasi masa depan," tegasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X