Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Ciptakan Alat Deteksi Covid-19

Kompas.com - 24/09/2020, 18:29 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda membuat alat deteksi penyakit Covid-19 dengan Citra Xray berbasis Android. Alat yang dibuat ini meraih juara empat dalam ajang DIlo Hackathon Festival (DHF) 2020.

DHF merupakan acara yang diselenggarakan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). DIlo merupakan acara tahunan yang mengumpulkan para developer Indonesia untuk menghasilkan produk dan inovasi digital terbaik.

Tahun ini, DHF mengusung tema "Impacting for Indonesia", dengan 6 kategori yang dilombakan, yakni kesehatan, pertanian/perikanan, pendidikan, smart city, adaptasi kehidupan baru (AKB) lifestyle, dan SMB/UMKM.

Baca juga: Kemenag: Ponpes Sulit Belajar Online Terkendala Listrik dan Internet

"Tim ALT dikomandani oleh Wahyuni Eka Sari berhasil menyisihkan 689 peserta se-Indonesia dan meraih juara 4 untuk kategori health," ucap salah satu Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Yuni dalam keterangannya, melansir laman Poltanisamarinda.ac.id, Kamis (24/9/2020).

Lebih cepat dibanding tes swab

Yuni mengatakan, aplikasi Citra Xray melakukan analisa terhadap hasil rontgen paru-paru yang diduga terpapar Covid-19. Aplikasi ini bekerja lebih cepat bila dibanding menggunakan tes swab.

"Jadi hasilnya sangat cepat bisa segera diketahui bila menggunakan Citra Xray dari kami," kata Yuni.

Akurasi analisa aplikasi ini, bilang Yuni, lebih baik dari pada pemeriksaan rapid test yang hanya menguji reaktivitas darah pasien. Proses aplikasi ini cukup dengan memasukan hasil rontgen, selang beberapa detik hasil bisa diperoleh dengan cepat.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Hamka mengaku sangat bangga dengan prestasi yang ditoreh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Politeknik Pertanian Negeri Samarinda ini.

Selain membuktikan potensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa, prestais ini juga membuktikan bahwa adanya sinergi yang sangat baik antara dosen dan mahasiswa.

Lalu, kata Hamka, kurikulum yang menjadi alat pembelajaran di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda juga sudah sangat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang komputer.

Buktinya sudah tiga tahun ini, mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menjadi juara di Hackaton tingkat Regional yang diselenggarakan PT Telkom.

Baca juga: Kurangi Penularan Covid-19, Polbeng Bagikan 4.250 Masker

"Selamat untuk Bu Yuni dan tim serta Prodi TRPL yang menaunginya" tukas Hamka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X