Kompas.com - 23/09/2020, 10:35 WIB
Debbie Khumara selaku praktisi pendidikan membawakan web seminar bertajuk Kiat Membuat Membaca Menjadi Lebih Bermakna pada Senin (21/9/2020) di akun YouTube REFO Indonesia. DOK. REFO INDONESIADebbie Khumara selaku praktisi pendidikan membawakan web seminar bertajuk Kiat Membuat Membaca Menjadi Lebih Bermakna pada Senin (21/9/2020) di akun YouTube REFO Indonesia.

KOMPAS.com – Masa pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Untuk membuat kegiatan membaca lebih bermakna, Debbie Khumara selaku praktisi pendidikan mengajarkan strategi making connection.

“Jadi ketika kita membaca itu bukan cuman selesai membaca tutup, udah habis selesai ceritanya, tidak. Akan tetapi, banyak yang bisa kita bahas dari bacaan itu,” jelas Debbie pada Senin (21/9/2020) lewat akun YouTube REFO Indonesia.

Dengan memperkenalkan strategi making connection atau membuat koneksi, Debbie ingin guru bisa mengajarkan siswa untuk menghubungkan satu bacaan dengan 3 hal.

Baca juga: Guru, Ikuti Webinar Keterampilan Mengajar Abad 21 dari Kemendikbud

Koneksikan 3 hal ini saat membaca

Berikut ini merupakan tiga hal yang harus dikoneksikan saat membaca.

1. Text-to-self

Debbie mengatakan, tahap ini merupakan yang paling mudah. Di mana kita menghubungkan diri sendiri dengan bacaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ketika merenungkan bacaan kepada diri sendiri, kita tidak memberikan pertanyaan, tetapi kita mengharapkan anak-anak menjawab, anak-anak menuliskan,” imbuhnya dalam web seminar bertajuk “Kiat Membuat Membaca Menjadi Lebih Bermakna”.

Sebagai panduan agar anak-anak bisa menulis konektivitas dengan komprehensif, guru bisa memberikan beberapa pertanyaan seperti di bawah ini.

  • Bagian cerita ini mengingatkan saya pada….
  • Saya merasa seperti…. (tokoh), ketika saya……
  • Bagaimana cerita ini serupa dengan kehidupan saya?
  • Bagaimana cerita ini berbeda dengan kehidupan saya?
  • Apa yang saya rasakan ketika membaca cerita ini?

2. Text-to-text

Dalam tahap ini, siswa mengkoneksikan bahan bacaan dengan bacaan lainnya. Namun, siswa juga bisa mencari persamaan dan membandingkan bacaan tersebut dengan film maupun lagu yang sebelumnya sudah mereka ketahui.

“Setiap kali membaca kita punya pengetahuan. Otak kita kan kayak komputer ya, punya memori. Memori yang pernah ada di sini harus kita hubungkan dengan apa yang kita baca. Jadi semakin banyak kita baca, semakin kita connect, makanya disebut making connection,” ujar Debbie.

Untuk membantu anak-anak mengkoneksikan bacaan, guru bisa memberikan pertanyaan berikut ini.

  • Bagaimana bacaan (cerita) ini mengingatkan saya pada bacaan lain?
  • Bacaan ini serupa dengan bacaan yang pernah saya baca yaitu….
  • Bacaan ini berbeda dengan bacaan yang pernah saya baca..
  • Saya pernah membaca cerita yang serupa dengan cerita ini, yaitu.....

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.