Hari Bahasa Isyarat Internasional, Ini Ragam Bahasa Isyarat Berbagai Negara

Kompas.com - 23/09/2020, 10:27 WIB
Biasanya difabel tunarungu berlomunikasi dengan membaca gerak bibir lawan bicaranya atau menggunakan bahasa isyarat dok BBC IndonesiaBiasanya difabel tunarungu berlomunikasi dengan membaca gerak bibir lawan bicaranya atau menggunakan bahasa isyarat

 

KOMPAS.com – Setiap 23 September, dunia memeringati Hari Bahasa Isyarat Internasional sebagai salah satu kesempatan melindungi serta mendukung identitas linguistik dan keragaman budaya teman tuli maupun pengguna bahasa isyarat lainnya.

Bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Federasi Tuli Dunia (World Federation of the Deaf / WFD) menyelenggarakan Tantangan Pemimpin Global (Global Leaders Challenge).

Tujuannya agar pemimpin lokal, nasional, dan global dalam kemitraan dengan asosiasi nasional teman tuli di setiap negara serta organisasi yang dipimpin turut mempromosikan bahasa isyarat.

Baca juga: 7 Tips Peran Penting Sekolah Hindari Kekerasan saat Belajar di Rumah

Dengan begitu, asosiasi nasional teman tuli bisa memperoleh kesempatan membangun serta memelihara kolaborasi berkelanjutan bersama para pemimpin politik mereka lewat penggunaan bahasa isyarat nasional.

Namun secara global, European Union of the Deaf dalam situsnya menjelaskan tidak ada bahasa isyarat yang universal di dunia, termasuk Indonesia.

Justru mereka mendapati dalam sebuah negara memungkinkan memiliki lebih dari 1 bahasa isyarat. Misalnya negara yang memiliki bahasa lisan sama seperti Jerman dan Austria juga tidak memiliki hanya satu bahasa isyarat.

Hal tersebut bisa terjadi karena bahasa isyarat merupakan bahasa alami yang memiliki sifat linguistik, sama seperti bahasa lisan. Akan tetapi, bahasa isyarat memiliki struktural berbeda.

Oleh karena itu, biasanya teman Tuli menggunakan bahasa isyarat internasional dalam pertemuan internasional. Meskipun begitu, bahasa isyarat internasional tidak sekompleks bahasa isyarat alami dan memiliki leksikon terbatas.

Ragam bahasa isyarat di dunia

Berdasarkan situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WFD mengatakan bahwa ada sekitar 72 juta orang yang memiliki masalah pendengaran di dunia. Secara bersama atau kolektif, teman Tuli memiliki 300 bahasa isyarat yang berbeda di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis bahasa isyarat yang kerap digunakan, yaitu Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia ( Bisindo).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X