Menristek Dorong Inovasi Tepat Guna Perguruan Tinggi bagi UKM

Kompas.com - 20/09/2020, 15:22 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro menjelaskan mengenai peran perempuan peneliti di Indonesia harus ditingkatkan. Tangkapan layar kanal Youtube KemenristekMenristek Bambang Brodjonegoro menjelaskan mengenai peran perempuan peneliti di Indonesia harus ditingkatkan.
|

KOMPAS.com - Dalam masa pandemi Covid-19 ini, semua harus bisa memanfaatkan teknologi. Terlebih bagi para UKM/UMKM juga harus tetap menjalankan roda perekonomian.

Untuk itulah Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional ( Kemenristek/BRIN) terus mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui perguruan tinggi.

Dukungan inovasi dari perguruan tinggi tentu agar UKM/UKMK mampu menjalankan ekonomi minim kontak (less contact economy) untuk mendukung ekonomi tetap produktif.

Tentu semua harus tetap mengutamakan teknologi informasi berbasis database di era Revolusi Industri 4.0.

Baca juga: Menristek: Bahan Bakar Nabati Sawit Jadi Harapan Baru Indonesia

Ada 27 kampus penerima dana

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengumumkan ada 27 Perguruan Tinggi sebagai pemenang yang berhak menerima dana pemberdayaan masyarakat Program Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia Bangkit Tahun 2020.

Pengumuman itu dilaksanakan secara daring dari Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (14/9/2020). Adapun dana yang diberikan kepada 27 Perguruan Tinggi dengan 29 judul proposal berjumlah Rp 2,7 miliar.

"Diharapkan perguruan tinggi bisa turut serta memberdayakan UMKM, sehingga nantinya UMKM bisa membawa teknologi ataupun usaha yang berbasis teknologi ke pasar," ujar Menristek seperti dikutip dari laman Kemenristek.

Dikatakan, penerima hibah diseleksi berdasarkan proposal yang masuk dan kemudian dilakukan melakukan seleksi secara administrasi dan substansi, lalu ditentukan pemenangnya.

Dorong inovasi tepat guna

Lingkup implementasi yang dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah UKM dan Koperasi, yakni:

1. pembinaan kelompok

2. pengembangan sentra

3. permodalan

4. manajerial

5. proses produksi

6. pemasaran

Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menambahkan, ini merupakan salah satu program Kemenristek/BRIN dalam rangka mendorong implementasi inovasi Indonesia, khususnya dalam konteks teknologi tepat guna.

Baca juga: Menristek: Ini Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN 2020

"Pada 2021 nanti dengan anggaran yang sudah dikemas lebih tertata dan waktu yang lebih panjang, kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendorong implementasi inovasi teknologi tepat guna dengan lebih baik serta sasaran yang lebih merata," tandas Dimyati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X