Kompas.com - 16/09/2020, 17:39 WIB
Ilustrasi orangtua mendampingi anak sekolah dari rumah. Ketut SubiyantoIlustrasi orangtua mendampingi anak sekolah dari rumah.

KOMPAS.com - Agar tidak memikul stres luar biasa saat mengajarkan anak belajar online di masa pandemi Covid-19, orangtua bisa menyelingi belajar dengan mengajak bermain. Hal itu bisa dilakukan agar tidak terulang lagi kasus orangtua tega membunuh anak saat belajar daring.

Beberapa hari lalu, seorang ibu berinisial LH (26) tega membunuh anaknya berusia 8 tahun di Lebak, Banten. Kejadian itu dikarenakan sang anak sangat susah diajarkan saat belajar online. Bahkan jasad sang anak dikubur oleh kedua orantuanya yakni LH dan IS dengan pakaian lengkap di Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

Baca juga: Belajar Online, Orangtua Diminta Lebih Sabar Dampingi Anak

Cara mengajarkan anak belajar online dengan diselingi bermain dilakukan oleh orangtua bernama Elizabeth. Dia merupakan karyawasan swasta yang bekerja di Semarang, sebelumnya dia bekerja di Jakarta.

"Ya kalo saya dibawa enjoy aja dan posisikan diri saya sebagai anak, pasti mereka juga jenuh di rumah aja. Paling saya siasati bermain sambil belajar. Ini biar ga stres dan tidak mengganggu mental mereka," kata Elizabeth kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Suami dan istri saling melengkapi

Elizabeth mengatakan, bila dirinya mengalami rasa bosan ketika mengajarkan anak belajar online, maka suaminya yang akan menggantikannya. Pada intinya, orangtua harus saling melengkapi saat masa pandemi seperti ini.

"Kalau bosan, saya gantian sama papanya yang jadi guru. Ngajarin anak jadi ya bersama-sama, saling melengkapi saja, agar anak lancar dalam menjalankan belajar online yang diberikan oleh sekolah," terang Elizabeth.

Pada saat ini, lanjut dia, anaknya sudah kelas 2 SD di Don Bosco, Semarang, Jawa Tengah. Di umur seperti anaknya, memang orangtua harus memiliki sabar dan kekuatan yang penuh, agar emosi tidak diluapkan ke anak-anak.

"Seperti kejadian yang di Lebak, Banten, umur anaknya seumur dengan anak saya. Saya sangat prihatin sekali, kalau dibilang emosi pasti ada rasa itu saat mengajarkan anak, namun orangtua harus paham keadaan anaknya yang saat ini sedang mengalami gejolak luar biasa di pandemi Covid-19," tegas dia.

Sabar dan semangat dampingi anak

Dia berharap kepada seluruh orangtua agar terus sabar dan semangat dalam membimbing anak saat melakukan belajar online. Jangan sampai ada korban yang berjatuhan lagi, karena kejadian yang di Lebak, sudah memukul rasa dan emosi para orangtua dan anak yang ada di negeri ini.

Baca juga: Anak Sulit Belajar Online, Ini Dampak Bila Orangtua Gunakan Kekerasan

"Saya harap itu, saya sudah baca beritanya. Kejadian itu astaga sekali. Sebagai orangtua ya harus paham anaknya," tutup Elizabeth.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X