Belajar Online, Orangtua Diminta Lebih Sabar Dampingi Anak

Kompas.com - 16/09/2020, 13:57 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Seorang ibu berinisial LH (26) tega membunuh anaknya berusia 8 tahun di Lebak, Banten. Kejadian itu dipicu anak sulit diajarkan saat belajar online. Bahkan, jasad sang anak dikubur oleh kedua orantuanya yakni LH dan IS dengan pakaian lengkap di Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

Hal ini pastinya membuat orangtua perlu lebih berhati-hati dalam mendidik anak belajar daring di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Kemendikbud: Dunia Pendidikan Harus Cegah Tindakan Kekerasan

Pahami kondisi anak

Salah satu orangtua bernama Susi menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat orangtua harus benar-benar memahami kondisi anak yang tidak terbiasa beraktivitas dan belajar secara online, tanpa bimbingan langsung dari guru di sekolah.

Dengan keterbatasan itu, kata Susi, seharusnya orangtua memberi support penuh agar anak tidak mengalami depresi.

"Semua pastinya mempunyai keterbatasan di pandemi Covid-19, tapi dari keterbatasan itu, seharusnya orangtua bisa support penuh anak. Jaga mental mereka, agar mereka tetap kuat di pandemi saat ini," ucap Susi kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Susi mendidik kedua anaknya yang bersekolah di SDIT Al-Marjan, Pondok Gede, Bekasi, seorang diri karena, suami Susi telah lama meninggal dunia.

"Saya juga tidak ada asisten rumah tangga (ART). Keadaan itu membuat aku harus kuat mental dan agamanya. Agar aku bisa mendidik anak-anak dengan baik, sehingga akhlak mereka baik," jelas dia.

Pihak sekolah beri arahan

Susi memahami kesulitan orangtua menghadapi kondisi pandemi saat ini. Dia mengharapkan pihak sekolah memberikan pengarahan kepada orangtua dalam mendampingi anak-anaknya selama kegiatan belajar online.

"Dari sisi agama juga, orangtua sebaiknya lebih mempelajari dan memahami bahwa mendidik anak adalah tugas orang tua, bukan sepenuhnya tugas guru. Itu yang harus diingat oleh para orangtua," tegas Susi yang berkarir menjadi pegawai swasta di salah satu perusahaan di Jakarta.

Susi menambahkan, semoga tragedi di atas tak terulang lagi dan menjadi pembelajaran untuk para orangtua.

Baca juga: Anak Sulit Belajar Online, Ini Dampak Bila Orangtua Gunakan Kekerasan

"Jadi harus lebih sabar lagi, pandemi ini berpengaruh ke segala aspek kehidupan, dari ekonomi hingga mental manusia. Pastinya saya menyayangkan kejadian pembunuhan ini, semoga tak terulang lagi oleh orangtua manapun," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X