Kompas.com - 14/09/2020, 08:56 WIB
Sekolah Dasar Kristen Widodo Plampang berada di lereng Bukit Menoreh, Kulon Progo, DIY. Sekolah ini hidup segan mati tak mau lantaran minim peminat. Tahun ini saja, sekolah ini hanya menerima 1 siswa, hingga total pelajar seluruh kelas genaplah menjadi 16 siswa. Sebagian besar merupakan anak berkebutuhan khusus, mulai dari difable hingga hanya hidup dengan orang tua tunggal. Tujuh profesional muda dengan berbagai latar belakang mampir ke sana untuk berbagi pengalaman dan memotivasi para pelajar itu bisa mewujudkan mimpi di masa depan lewat Kelas Inspirasi Yogyakarta sebagai bagian dari program Indonesia Mengajar. Tampak Novi, pramugari Garuda Indonesia, berbagi cerita tentang pekerjaannya melayani penumpang pesawat.


DANI JULIUSSekolah Dasar Kristen Widodo Plampang berada di lereng Bukit Menoreh, Kulon Progo, DIY. Sekolah ini hidup segan mati tak mau lantaran minim peminat. Tahun ini saja, sekolah ini hanya menerima 1 siswa, hingga total pelajar seluruh kelas genaplah menjadi 16 siswa. Sebagian besar merupakan anak berkebutuhan khusus, mulai dari difable hingga hanya hidup dengan orang tua tunggal. Tujuh profesional muda dengan berbagai latar belakang mampir ke sana untuk berbagi pengalaman dan memotivasi para pelajar itu bisa mewujudkan mimpi di masa depan lewat Kelas Inspirasi Yogyakarta sebagai bagian dari program Indonesia Mengajar. Tampak Novi, pramugari Garuda Indonesia, berbagi cerita tentang pekerjaannya melayani penumpang pesawat.

KOMPAS.com - Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan keterbatasan fisik, psikis maupun kemampuan otak yang berbeda, sejatinya memiliki potensi. Hanya saja, cara mengasahnya memerlukan usaha yang tak biasa.

Di tengah pandemi, mendidik ABK dinilai cukup menantang, karena guru tak bisa terlibat langsung untuk menstimulasi. Sehingga peran orangtua begitu dibutuhkan.

Merangkum laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dyah M Sulystiati dari Kelompok Belajar Little Starkids, Salatiga, Jawa tengah mengatakan agar ABK dapat berpartisipasi dalam pembelajaran, maka orangtua perlu fokus pada potensinya.

Baca juga: Video Call dengan Jokowi, Ini Curhat Guru soal Kendala Belajar Online

“Caranya, orang tua perlu fokus pada potensinya, bukan pada disabilitasnya," ujar Dyah dalam Webinar Orang Tua Berbagi "Rumahku Sekolahku Episode ke-8: Mendukung tumbuh kembang anak usia dini yang berkebutuhan khusus selama masa BDR”, beberapa waktu lalu.

Dyah mengingatkan orangtua bahwa setiap anak, apapun kondisinya, mempunyai hak yang sama seperti anak lainnya untuk mandiri dan berprestasi sesuai potensi dan minatnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah orangtua ikut berbagi dalam pengasuhan anak ABK selama masa belajar dari rumah.

Orangtua dan guru perlu kerja sama

Kerja sama orang tua dengan guru merupakan hal penting dalam mendampingi ABK belajar dari rumah selama masa pandemi.

Hal tersebut diungkapkan Fauziyah, orang tua dari seorang ABK, Abidah Sakira, yang saat ini menjadi peserta didik di PKBM Inklusi Taman Bahasa Indonesia, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sejak lahir, Abidah lahir menjadi anak yang hiperaktif, terlambat berbicara, dan kurang konsentrasi.

Baca juga: 7 Program Prioritas Pendidikan Mendikbud Nadiem di Tahun 2021

"Abidah tidak bisa diam, setiap apapun yang menarik, pasti disentuhnya," kata Fauziyah yang menjadi narasumber pada Webinar Orang Tua Berbagi: Rumahku sekolahku Episode 8 bertajuk “Mendukung tumbuh kembang anak usia dini dengan kebutuhan khusus pada masa BDR”, yang diselenggarakan Direktorat PAUD.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.