UGM Siap Luncurkan Alat Deteksi Covid-19 dari Embusan Nafas

Kompas.com - 13/09/2020, 14:28 WIB
UGM Siap Luncurkan GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Lewat Embusan Nafas Dok. UGMUGM Siap Luncurkan GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Lewat Embusan Nafas

KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) siap meluncurkan alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas yang diberi nama GeNose.

Merangkum laman UGM, GeNose diklaim bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang.

"Nafas orang diambil diindera melalui sensor-sensor dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan," tulis laman UGM, Minggu (13/9/2020).

Baca juga: Cara Ampuh Usir Tikus di Rumah ala Ahli Tikus IPB

GeNose akan menjadi inovasi pertama di Indonesia sebagai alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

 

Berdasarkan hasil uji profiling (kalibrasi) dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta, tingkat akurasi GeNose terbilang tinggi, yakni 97 persen.

Selanjutnya, GeNose memasuki tahap uji diagnostik (uji klinis) yang akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Mohon Kembali ke Tanah Air, Negara Membutuhkan Anda

GeNose diharapkan dapat dihilirkan dan segera bisa dimanfaatkan untuk membantu penanganan Covid-19 sebelum akhir tahun 2020.

Tercipta dari semangat gotong royong

UGM Siap Luncurkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Embusan NafasDok. UGM UGM Siap Luncurkan Alat Deteksi Covid-19 Lewat Embusan Nafas

Selain unsur kecepatan dan keakurasian, pihak UGM mengatakan, GeNose didesain sangat handy sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.

GeNose mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.

Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual.

Keakurasian data dan kesahihan metoda yang diterapkan diharapkan bisa meningkatkan keyakinan pengguna akhir untuk segera mengadopsi aplikasi GeNose bagi kepentingan masyarakat luas.

Baca juga: Beasiswa Penuh S1 Oxford-Cambridge University dari Jardine Foundation

Inovasi GeNose ini dikerjakan dengan spirit gotong-royong yang meliputi tim ahli lintas bidang ilmu di UGM, yaitu Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si (FMIPA), dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, Sp.A, M.Sc., Ph.D. (FKKMK), Dr. Ahmad Kusumaatmaja (FMIPA), dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D (FKKMK) dan para mitra industri strategik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X