Insan Pendidikan Diyakini Bisa Jadi Agen Perubahan Perangi Covid-19

Kompas.com - 11/09/2020, 18:45 WIB
Sebanyak 30 siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat, mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan, Selasa (1/9/2020). Dari jumlah tersebut, siswa dibagi menjadi dua kelas. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASebanyak 30 siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Pontianak, Kalimantan Barat, mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan, Selasa (1/9/2020). Dari jumlah tersebut, siswa dibagi menjadi dua kelas.

KOMPAS.com - Dunia pendidikan bisa menjadi agen perubahan dalam menangani Covid-19 asalkan semua insan pendidikan memahami 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ketua Subbidang Edukasi Perubahan Perilaku, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Harris Iskandar mengatakan, ketika semua insan pendidikan memahami 3M dengan benar, maka satu per tiga masalah Covid-19 di negeri ini bisa terselesaikan dengan baik.

Baca juga: Evaluasi 6 Bulan Pandemi Covid-19, Ini Hal yang Sudah Dilakukan Kemendikbud

"Kalau komunitas pendidikan ini beres, berarti satu per tiga masalah negeri ini bisa selesai," kata Harris dalam Bincang Sore Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tema "Edukasi Perubahan Perilaku pada Satuan Pendidikan", Jumat (11/9/2020).

Harris yang juga menjabat sebagai Widyapranada Ahli Utama Kemendikbud ini mengatakan, sangat penting bila insan pendidikan memahami konsep 3M.

Hal itu dikarenakan dampaknya sangat besar, bila melihat angka peserta didik dan guru mencapai 72 juta orang, itu belum ditambah dengan anggota keluarga yang diperkirakan mencapai 42 juta orang.

"Jadi insan pendidikan itu akan menjadi agen perubahan protokol kesehatan. Kalau ditotalkan insan pendidikan itu mencapai 115 juta orang," ungkap Harris.

Dengan jumlah insan pendidikan sebanyak itu, dia menekankan, maka bisa menang melawan virus ini yang telah melanda Indonesia selama 6 bulan lamanya. Untuk itu, pihaknya bersama satuan tugas lainnya akan terus berkomitmen dalam membentuk kesadaran 3M ke masyarakat.

"Melalui media, kampanye, webinar, lomba dan sayembara. Ini kegiatan sudah banyak on going. Dan saya lihat di Kemendikbud dan Kementerian Agama (Kemenag) sudah berjalan," terang dia.

Dia menambahkan, anak-anak dan remaja juga sudah banyak yang mulai berpikir untuk melakukan perubahan, agar bisa meredam angka Covid-19.

Baca juga: 5 Tips Jadi Guru Hebat di Masa Pandemi Covid-19

"Sampai mahasiswa juga sudha banyak yang mulai berpikir. Ini karena edukasi dan perubahan perilaku. di setiap kabupaten maupun kota," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X