Kompas.com - 08/09/2020, 17:29 WIB
Pelajar belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Fasilitas internet gratis menggunakan modem WiFi yang disediakan oleh warga setempat yang lebih mampu itu bertujuan untuk membantu kelancaran proses belajar daring siswa yang tidak mampu membeli paket kuota internet selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPelajar belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Fasilitas internet gratis menggunakan modem WiFi yang disediakan oleh warga setempat yang lebih mampu itu bertujuan untuk membantu kelancaran proses belajar daring siswa yang tidak mampu membeli paket kuota internet selama pandemi COVID-19.

KOMPAS.com - Kepala Pusdatin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hasan Chabibie mengatakan sebanyak 27 juta nomor ponsel telah didaftarkan untuk mendapatkan subsidi kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Karena per data kemarin saja, sudah sekitar 27 juta-an total dari nomor handphone yang masuk dari semua tadi, dari siswa, guru, mahasiswa, untuk dosen itu sudah di atas 27 juta," paparnya dalam Sosialisasi Verval Nomor Ponsel terkait Program Bantuan Kuota Internet, Selasa (8/9/2020).

Meski begitu, ia menyebut jumlah tersebut masih jauh dari yang diharapkan bila dibandingkan jumlah siswa, guru, mahasiswa dan dosen di Indonesia.

Baca juga: 7 Program Prioritas Pendidikan Mendikbud Nadiem di Tahun 2021

Untuk itu, Hasan mengingatkan bagi satuan pendidikan yang belum melengkapi data ponsel siswa dan guru untuk segera melakukannya, mengingat tenggat waktu pendaftaran sampai 11 September 2020.

"Jangan khawatir masih ada waktu beberapa hari ke depan, yang belum sempat di-input silakan di-input," sarannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lima operator besar yang bekerja sama ialah Telkomsel, Xl, Indosat, Smartfren, dan Hutchison 3. Lima operator besar inilah yang akan menyalurkan kuota.

Koordinator Substansi Tata Kelola TIK Pusdatin Aries Setyo Nugroh menambahkan, tahap pertama mekanisme penyampaian bantuan kuota adalah verifikasi dan validasi data.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Mohon Kembali ke Tanah Air, Negara Membutuhkan Anda

"Yang jelas nanti saat kami Pusdatin menerima hasil pendataan yang telah di verifikasi dan validasi, harus ada surat pertanggungjawaban utuh dari kepala sekolah, dari rektor, bahwa nomor-nomor tersebut adalah nomor-nomor yang valid," imbuhnya.

Nomor yang valid tersebut, lanjut dia, nantinya akan diberikan kepada provider untuk kembali dilihat kondisi nomor tersebut, apakah masih aktif atau tidak ataupun masa tenggang yang tinggal sedikit.

Untuk nomor yang perlu perbaikan, maka pihak sekolah dan kampus diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan untuk akhirnya nomor tersebut dinyatakan bisa mendapatkan bantuan kuota sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: 9 Kampus Terbaik Indonesia Versi THE World University Rankings 2021

"Untuk SD, SMP, SMA dan SMK akan memperoleh kuota sebesar 35 GB, dan untuk guru akan memperoleh 42 GB, dan untuk mahasiswa dan dosen akan memperoleh 50 GB," paparnya.

Webinar tersebut juga memberikan penjelasan seputar input nomor ponsel hingga verifikasi dan validasi data bagi satuan pendidikan.

Webinar dapat ditonton oleh satuan pendidikan dan masyarakat umum melalui tautan https://www.youtube.com/watch?v=4erxfwCkkaU 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X