Rangkul Lejel Internasional, UI Kembangkan Alat PCR Murah

Kompas.com - 07/09/2020, 21:37 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Universitas Indonesia ( UI) melalui PT Usaha Indonesia Corpora (UI Corpora) menjalin kerjasama dengan PT Lejel Internasional. Salah satu kerjasama adalah menguji mesin Polymerase Chain Reaction ( PCR) milik Lejel.

Sebagai gambaran, Lejel Internasional adalah perusahaan induk (holding) yang didirikan di tahun 2007. Perusahaan ini mempunyai banyak lini usaha, dengan lini utama bidang penjualan retail home shopping dan media .

Baca juga: Bulan Depan, PCR Test Karya Anak Bangsa Diproduksi Hingga 50.000 Unit

Mengutip keterangan resmi laman website UI, Senin (7/9/2020), pengujian ini untuk memastikan apakah mesin PCR Lejel berfungsi dengan baik dan akurat dalam menguji keberadaan Covid-19 di dalam tubuh penderita.

Nantinya, UI juga akan menguji efektivitas dan toksilogi cairan water based hygene spray milik Lejel dengan merek dagang Pulicious. Pulicious telah dijual di Korea untuk segala umur, bebas alkohol dan aman bagi anak-anak.

Pengujian produk Pulicious terkait efektivitas dan keampuhan terhadap Covid-19, lalu keamanan kandungan bahan-bahan yang diproduksi dari Pulicious. Di produk Pulicious, UI juga akan memasarkan produk tersebut ke masyarakat luas.

Apabila UI berhasil memasarkan produk Pulicious, maka UI akan memperoleh royalti sebesar 3 persen dari harga jual produk, serta keuntungan dari selisih harga jual ke konsumen.

UI juga akan memperoleh branding, karena hasil uji UI dicantumkan dalam setiap produk Pulicious.

Bila pengujian telah dilakukan, maka rencananya perusahaan Lejel akan mendirikan pabrik di Indonesia untuk produk Pulicious dan mesin PCR.

Direktur Lejel Internasional, Choi Ki Won mengatakan keberadaan mesin PCR ini akan sangat berkontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia. Semakin cepat UI menyelesaikan uji produk dan mesin ini, maka akan semakin baik.

Baca juga: Guru Besar UGM: Obat Covid Lewat Uji Klinis, Jangan Buru-Buru Diklaim

"Jadi nantinya test swab bagi pasien terduga Covid-19 dapat dilakukan dengan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan harga test swab saat ini," ungkap Choi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X