Pendaftar 21.849 Orang, Undip Siapkan 52 Prodi Pilihan S1

Kompas.com - 07/09/2020, 21:19 WIB
Rektor UNDIP Yos Johan Utama (kanan) menyerahkan ijazah kelulusan kepada robot peraga saat wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/AJI STYAWANRektor UNDIP Yos Johan Utama (kanan) menyerahkan ijazah kelulusan kepada robot peraga saat wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Universitas Diponegoro ( Undip) menjadi kampus pilihan utama calon mahasiswa melanjutkan pendidikan. Hal itu terlihat dari antusias pendaftar yang mencapai total 21.849 orang, dengan alokasi dinyatakan lolos masuk sebanyak 2.301 orang.

"Selamat datang calon mahasiswa yang juga peserta hasil seleksi ujian mandiri (UM) 2 S1 di kampus riset dan berkelas yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan semangat juang Pangeran Diponegoro," kata Rektor Undip Yos Johan Utama dalam keterangan resmi laman Undip, Senin (7/9/2020).

Yos Johan menambahkan, "tingginya minat calon mahasiswa untuk kuliah di Undip menunjukkan bahwa Undip adalah kampus pilihan utama." 

Baca juga: Dari Ribuan Kampus, Lulusan Undip Tercepat Ketiga Dapat Pekerjaan

Yos mengatakan, sebagai salah satu kampus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia, Undip memiliki 11 fakultas dan juga sekolah Pasca Sarjana dan Vokasi yang terdiri dari program Sosial Humaniora (Soshum) dan Saintek.

Undip, ungkap Yos, menyediakan 52 program studi untuk program S1 yang telah menghasilkan banyak pakar dalam bidangnya.

Lulusan Undip cepat memperoleh pekerjaan

Tingginya antusiasme pendaftar setiap tahun menjadi salah satu bukti, Undip menjadi salah satu kampus pilihan utama yang pendaftarnya bukan datang dari Jawa Tengah ( Jateng) saja.

"Itu terbukti yang mendaftar tidak hanya dari Jateng saja, melainkan peminat yang mendaftar dan yang lolos seleksi banyak datang dari 34 provinsi," terang Yos.

Tak hanya itu, lanjut dia, Undip merupakan universitas peringkat ketiga di Indonesia yang lulusannya cepat mendapatkan pekerjaan. Hal itu didukung ragam program studi dan fasilitas universitas riset yang ada di Undip.

"Sehingga mahasiswanya terbentuk menjadi lulusan yang handal dan siap kerja. Undip juga memiliki misi agar calon mahasiswa dari segala kalangan dapat melanjutkan pendidikan tingkat universitas dengan menyediakan berbagai program beasiswa," tuturnya.

Undip juga, sambung dia, telah bekerjasama dengan banyak perusahaan nasional maupun multinasional yang memiliki kapasitas daya tampung tinggi untuk para lulusan Undip.

Bahkan, sebagai universitas yang terkenal dengan riset, Undip bersama mahasiwa selalu berusaha mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.

Dia menambahkan, dari 52 program studi S1 di Undip, Prodi Kedokteran menduduki peringkat pertama dengan total pendaftar 1.794 orang, kemudian ada Prodi Kesehatan Masyarakat dengan total pendaftar 1.572 orang, lalu ada Prodi Hukum dengan pendaftar berjumlah 1.433 orang.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Gedung Sekolah Vokasi Undip, Ini Pesannya...

"Lalu di posisi keempat ada Prodi Ilmu Komunikasi dengan pendaftar sebanyak 1.370 orang. Adapun Prodi Psikologi masuk posisi kelima dengan jumlah peminat 1.307 orang," sebut Yos.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X