Dirjen Pendis Ingatkan Hanya Kemenag Keluarkan Rekomendasi Kuliah ke Al-Azhar

Kompas.com - 03/09/2020, 20:10 WIB
Diretur Jendral Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani (kanan) saat membahas rekomendasi santri untuk kuliah di Universitas Al-Azhar pada Rabu (2/9/2020) di Jakarta. DOK. KEMENTERIAN AGAMADiretur Jendral Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani (kanan) saat membahas rekomendasi santri untuk kuliah di Universitas Al-Azhar pada Rabu (2/9/2020) di Jakarta.

KOMPAS.com – Direktur Jendral Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan hanya Kementerian Agama ( Kemenag) yang dapat mengeluarkan rekomendasi pelajar ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

"Kemenag sudah bekerja sama dengan Al-Azhar dalam rekrutmen pelajar yang akan sekolah atau mahasiswa yang akan kuliah di sana. Jadi, hanya Kemenag yang berwenang mengeluarkan rekomendasi kepada para santri atau calon mahasiswa yang telah lulus seleksi," tegas Dhani pada Rabu (2/9/2020) di Jakarta.

Maka dari itu, Dhani menghimbau agar masyarakat jangan mudah percaya terhadap pihak yang menjamin terhadap peluang melanjutkan studi Islam di luar negeri.

Baca juga: Cara Penyaluran Siswa WNI dari Luar Negeri, Jika Sekolah di Indonesia

Masyarakat harus menilik lebih dekat, apakah proses keberangkatan dilakukan secara prosedural atau tidak. Selain itu, instansi harus memiliki surat rekomendasi dari Kemenag sebagai legalitas keberangkatan calon pelajar dan mahasiswa di Mesir.

Pasalnya, minat calon mahasiswa untuk berangkat ke Al-Azhar, Mesir selalu meningkat setiap tahunnya.

"Karenanya, Kemenag membuat regulasi, salah satunya dengan melakukan seleksi untuk diberikan rekomendasi,” jelas Dhani.

Permasalahan saat ini

Dhani menegaskan terkait pentingnya surat rekomendasi dari Kemenag karena ada pesantren yang menimbulkan masalah. Tanpa sepengetahuan Kemenag, Pesantren Ibnu Abbas (Ibbas) di Serang memberikan jaminan pelajarnya untuk kuliah serta belajar di Mesir dalam promosi pondoknya.

"Keberangkatan pelajar Ibbas ke Mesir dilakukan secara non prosedural serta tanpa sepengetahuan Kemenag. Ditjen Pendidikan Islam tidak pernah mengeluarkan rekomendasi belajar ke luar negeri bagi lulusan Pesantren Ibnu Abbas Serang," ujar Dhani.

Sebagai tambahan, Dani menjelaskan bahwa pesantren Ibbas juga tidak pernah mengajukan permohonan rekomendasi ke Diretorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Islam.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Kemenag bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk menelusuri persoalan yang menimpa sejumlah santri Ibbas.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X