Ahli Bahasa UGM: Seperti Ini Makna Kata Anjay

Kompas.com - 02/09/2020, 05:07 WIB
Tangkapan layar trending kata anjay di media sosial Twitter pada Minggu (30/8/2020). TwitterTangkapan layar trending kata anjay di media sosial Twitter pada Minggu (30/8/2020).
|

KOMPAS.com - Baru-baru ini, muncul polemik kata " anjay". Baik itu di berbagai media termasuk media sosial. Bahkan karena kata itu juga melibatkan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA).

Namun terlepas dari polemik itu, Ahli Ilmu Bahasa atau Linguis Sastra Indonesia dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, Dr. Suhandono angkat bicara.

Bagi dia, makna kata adalah apa yang ada dalam pikiran ketika mendengar atau membaca suatu kata. Karena makna ada dalam pikiran.

Baca juga: 2 Prodi Ini Paling Favorit di Jalur Seleksi Mandiri UGM 2020

Disamping itu, makna kata yang sama juga bisa berbeda antara orang satu dengan orang yang lain, tergantung pada pengalamannya.

Dapat dimaknai berbeda-beda

Tak terkecuali pada kata "anjay". Orang dapat memaknainya berbeda-beda. Bahkan bagi mereka yang belum paham dan baru diberi penjelasan, mereka akan bisa menerima penjelasan tersebut.

"Tetapi meskipun belum tahu, orang bisa mengira-ira makna kata berdasarkan pengalamannya," ujarnya seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (1/9/2020).

Menurut Suhandono, di dalam kehidupan sehari-hari bisa saja orang memplesetkan kata menjadi kata baru. Sama halnya dengan kata "anjay".

Orang bisa saja menafsirkan kata tersebut sebagai plesetan kata anjing sehingga bermakna jelek apabila digunakan untuk memaki.

Untuk kata anjing sendiri dalam makian memiliki makna jelek. Sebab, dalam budaya Indonesia anjing dikonotasikan seperti najis, kotor, atau rakus.

Sementara dalam makian orang terkadang memplesetkan kata itu karena tidak sampai hati mengucapkan apa adanya (anjing), sehingga akan terkesan vulgar.

"Sama juga makian "asem" dan "bajigur" dalam masyarakat Jawa, misalnya, maksudnya tentu bukan buah asam dan jenis minuman tertentu," imbuh ahli bahasa tersebut.

Sebaiknya hindari kata anjay

Untuk itulah kata "anjay" dan kata-kata lain yang bisa menimbulkan kesan buruk, dan salah paham sebaiknya dihindari.

Hanya saja, jika dalam konteks dan orang yang terlibat dalam percakapan sudah saling mengenal dengan baik bisa saja kata-kata semacam itu dipergunakan.

Baca juga: Guru Besar UGM: Obat Covid Lewat Uji Klinis, Jangan Buru-Buru Diklaim

Seperti halnya dalam dunia komedi. Ada banyak kata-kata vulgar yang diucapkan. Tapi biasa saja sebab dalam konteks melawak hal yang menyimpang dari hal yang umum bisa dianggap wajar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X