Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Memberdayakan Modul Guna Memastikan Siswa Tidak Tertinggal Pembelajaran

Kompas.com - 29/08/2020, 21:51 WIB
Guru Kelas VI MIN 8 Gunungkidul Ahmad Satibi Sedang Mengajar Menggunakan HT Selasa (25/8/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOGuru Kelas VI MIN 8 Gunungkidul Ahmad Satibi Sedang Mengajar Menggunakan HT Selasa (25/8/2020)
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh Prof. Sri Minda Murni | Guru Besar Universitas Negeri Medan

 

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis modul-modul pembelajaran yang bisa digunakan siswa sekolah dasar.

Hal itu sebagai respons terhadap banyaknya peserta didik yang tidak terlayani selama siswa belajar dari rumah (BDR) di masa pandemi Covid-19.

Memberdayakan modul merupakan satu cara yang dinilai paling strategis dalam menjangkau semua anak dengan semua jenis kendala yang dihadapi selama BDR.

Guru seharusnya juga perlu didorong untuk menulis dan memberdayakan modul sesuai konteks peserta didik mereka sendiri.

Memberdayakan modul

Memberdayakan modul juga bermakna bahwa guru mewakilkan kehadiran diri dan suasana belajar mengajar yang biasa ditumbuhkan di dalam kelas ke dalam modul yang dirancang.

Oleh karena itu kesan belajar di bawah pendampingan guru tetap harus diupayakan di dalamnya.

Baca juga: Orangtua, Begini Menciptakan Lingkungan Nyaman bagi Anak Selama BDR

Modul terdiri dari informasi dan latihan yang dirancang untuk digunakan secara mandiri. Kata ‘mandiri’ merupakan kata kunci. Perlu kecermatan memilih dan menyusun materi serta penugasan yang mudah difahami.

Memberdayakan modul tetap harus berorientasi pada pengembangan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter. Modul juga diberdayakan untuk merealisasi pembelajaran bermakna, yang berfokus pada life skill serta menggagasi aktivitas belajar yang beragam.

Asesmen yang diberikan terhadap produk belajar berbasis modul sebaiknya bersifat kualitatif sehingga anak mengerti apa yang sudah dan belum dikuasainya dari tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.