Jadi Doktor Termuda Indonesia, Alumnus FK Unair Ini Berbagi Kiat Sukses

Kompas.com - 21/08/2020, 07:52 WIB
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Satria Arief Prabowo dinobatkan menjadi Doktor Termuda di Indonesia. Dok. UnairAlumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Satria Arief Prabowo dinobatkan menjadi Doktor Termuda di Indonesia.

KOMPAS.com - Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga ( Unair) Satria Arief Prabowo dinobatkan menjadi Doktor Termuda di Indonesia dalam bidang Ilmu Kedokteran oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) 2019.

Menurutnya, salah satu hal yang membuatnya bisa meraih sukses sebagai Doktor termuda ialah karena ia mulai mencari bidang yang disukai dan dicintai hingga akhirnya menjadi suatu keahlian.

Selain itu, dalam acara Airlangga Career Club yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Karier, Kewirausahaan dan Hubungan Alumni (PPKKHA) Unair, Satria juga membagikan sejumlah tips sukses menurut versinya untuk para mahasiswa.

Baca juga: Pakar IPB: Prospek Cerah Bisnis Cacing Tanah untuk Bahan Baku Obat

Tips pertama, kata dia, yakni setiap orang harus meyakini bahwa ia memiliki peran masing-masing di dunia.

“Saya percaya bahwa sebenarnya setiap orang memiliki peran dan panggilan masing-masing dalam hidupnya. Tidak ada orang yang benar-benar sama persis, walau orang kembar identik sekalipun,” paparnya pada Selasa (18/08/20), seperti dilansir dari laman Unair.

Untuk mengetahui peran yang bisa diemban, menurutnya langkah yang harus dilakukan ialah sedini mungkin dapat menemukan passion dan keahlian dalam bidang yang disukai.

Satria menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas diri masing-masing untuk mulai mencari hal apa yang disukai dan dicintai hingga kesenangan tersebut dapat menjadi suatu keahlian.

“Memang tidak mudah ketika mencari passion kita, karena terkadang ada dorongan dari orang tua maupun pertimbangan lingkungan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Tiara, Anak Buruh Bangunan yang Lolos UGM Tanpa Tes

Setelah mengetahui apa minat dan bakat, lanjut dia, selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk senantiasa mau bekerja keras dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Satria mengungkap, bekerja keras merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar tujuan yang telah dirancang dapat terwujud.

Saat usaha telah dilakukan, imbuhnya, tawakal kepada Allah sebagai Sang Pencipta merupakan tips keempat yang dapat dilakukan setelah berusaha dan berikhtiar secara maksimal.

Tips terakhir, menurut Satria tertuang dalam kalimat Man Jadda Wa Jadda.

Dia percaya ketika seseorang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil dalam hidupnya.

“Saya percaya bahwa hasil yang didapat tidak akan mengkhianati usaha yang telah dilakukan,” pungkasnya.

Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Mandiri PTS Dibuka, Ini Link dan Cara Daftar

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X