Kompas.com - 15/08/2020, 20:46 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat membuka Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO) ke-13 secara di Tangerang, Banten (14/8/2020). DOK. KEMENDIKBUDMendikbud Nadiem Makarim saat membuka Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO) ke-13 secara di Tangerang, Banten (14/8/2020).

KOMPAS.com - Indonesia menjadi tuan rumah Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO) ke-13 dengan tema “Informatics for a Better Education and Life" yang dibuka Mendikbud Nadiem Makarim secara di Tangerang, Banten (14/8/2020).

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim berharap kompetisi ini menjadi instrumen pencapaian dan pembuktian kompetensi siswa Indonesia di bidang informatika. APIO 2020 digelar dari 14-17 Agustus 2020.

“APIO menjadi instrumen pencapaian dan pembuktian kompetensi di bidang informatika, sekaligus ajang menjalin jejaring dan persahabatan para ahli informatika muda dari seluruh penjuru dunia, khususnya di Kawasan Asia dan Pasifik,” ujar Nadiem Makarim.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud bekerja sama dengan Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI) menyelenggarakan ajang ini sebagai wadah kompetisi bidang informatika siswa SMA di kawasan Asia dan Pasifik Barat.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Siswa Indonesia Toreh Prestasi Kejuaraan Debat Internasional

Pandemi tidak patahkan semangat siswa

Mendikbud mengapresiasi seluruh peserta yang hadir meski tengah mengalami berbagai keterbatasan akibat adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apresiasi juga disampaikan Mendikbud kepada para orangtua dan guru yang telah mendukung dan membangun semangat para siswa untuk tetap bersemangat belajar dan membangun eksistensi diri melalui berbagai aktivitas positif seperti mengikuti kompetisi dan lomba.

Dengan diselenggarakannya APIO ini, Mendikbud menegaskan pandemi tidak mampu memadamkan keinginan semua pihak untuk menjalani hidup lebih baik dan menemukan inovasi-inovasi baru yang menggembirakan dan menginspirasi.

“Saya selalu meyakini bahwa ada hikmah di balik setiap kesulitan yang kita hadapi termasuk dari masa pandemi ini, misalnya kita jadi sadar bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja dan di dalam kondisi apapun," ujar Nadiem.

Situasi yang sulit, lanjut Mendikbud, bukan mematahkan semangat siswa dalam belajar tetapi justru semakin menguatkan.

"Inilah generasi muda dunia yang sesungguhnya. Generasi yang ulet, jujur dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata,” kata Mendikbud.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.