KILAS

Ini Alasan Kenapa Generasi Muda Harus Punya “Growth Mindset”

Kompas.com - 14/08/2020, 15:37 WIB
CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo dalam Virtual Tanoto Scholars Gathering bertajuk
Learn and Lead Embracing Humanity in The New Normal World, Selasa (11/07/2020). Dok. YoutubeCEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo dalam Virtual Tanoto Scholars Gathering bertajuk Learn and Lead Embracing Humanity in The New Normal World, Selasa (11/07/2020).


KOMPAS.com - Chief Executive Officer (CEO) Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo
mengajak generasi muda memiliki growth mindset atau pemikiran tidak mudah menyerah yang sangat diperlukan pada masa kini.

“Hal itu dikarenakan growth mindset mendorong generasi muda untuk lebih cepat bergerak dan menghadapi segala hal dengan sikap positif,” katanya dalam Tanoto Scholars Virtual Gathering Tanoto Foundation (TSG) 2020 hari kedua, Selasa (11/07/2020).

Satrijo menambahkan, menurut Carol Dweck, profesor yang aktif mengajar di Stanford University, California, AS, generasi muda yang memiliki growth mindset mampu memperbaiki diri dengan melihat sisi kelemahannya dalam segala hal.

Adapun ciri generasi muda yang memiliki growth mindset biasanya mempunyai kemampuan literasi atau membaca yang tinggi.

Baca juga: Hadiri Virtual Tanoto Scholars Gathering, Dirjen Pendidikan Tinggi Bicara Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

“Dengan memiliki cara berpikir growth mindset yang bersifat dinamis, generasi muda dapat
menyesuaikan kondisi dan perkembangan jaman saat ini,” tutur Satrijo.

Namun, berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) PISA Score 2018, Indonesia disebutkan memiliki skor growth mindset yang rendah.

“Itu artinya, mayoritas generasi muda di Indonesia belum siap dengan adanya perkembangan dan pembaharuan,” tuturnya.

Kondisi itu, kata dia, disebut dengan fixed mind atau seseorang yang berpikir tetap dan lebih suka berada di zona nyaman, sehingga mengakibatkan pola pikirnya sulit berkembang.

Baca juga: Tanoto Foundation Tegaskan Tak Gunakan Hibah Kemendikbud Terkait POP

“Contoh pola fixed mind dalam keseharian, pelajar Indonesia sedari kecil sudah dibatasi dengan larangan dan tantangan sehingga perkembangan intelegensinya kurang maksimal,” jelasnya.

Pengalaman punya growth mindset

Alumni Tanoto Schollar 2008, Achmad Nanang Maulana saat ini bekerja sebagai arsitek di sebuah biru
ternama asal SingapuraDok. Achmad Nanang Maulana Alumni Tanoto Schollar 2008, Achmad Nanang Maulana saat ini bekerja sebagai arsitek di sebuah biru ternama asal Singapura

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X