Ini Klarifikasi Kemendikbud Terkait Siswa Papua yang Terpapar Covid-19

Kompas.com - 13/08/2020, 17:44 WIB
Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri memberikan klarifikasi terkait siswa Papua yang terpapar Covid-19, Kamis (13/8/2020). Tangkapan layar Zoom KemendikbudDirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri memberikan klarifikasi terkait siswa Papua yang terpapar Covid-19, Kamis (13/8/2020).
|

Dirjen PAUD-Dikdasmen menjelaskan bahwa guru tersebut terpapar Covid-19 dari tetangganya dan bukan dari sekolah. Bahkan setelah itu guru tersebut langsung diisolasi mandiri di rumah.

Disamping itu, tempat tersebut juga belum dilaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Ada sisi positif

Jumeri mengungkapkan bahwa usai dilakukan revisi SKB 4 Menteri dan dilakukan pembukaan wilayah di zona kuning, di Pontianak, pemerintah daerah termasuk Gugus Covid daerah melakukan upaya preventif.

Yakni, sebelum sekolah dibuka, ada satu sekolah yang melakukan swab tes pada random siswa dan guru. Hasilnya, ada 14 siswa dan 8 guru reaktif.

"Ini adalah contoh yang baik dari pemerintah daerah di Pontianak. Sebelum sekolah dibuka dan dilakukan persiapan dengan menerapkan protokol kesehatan, maka diketahui ada yang reaktif," ujarnya.

Atas dasar itu, maka pembelajaran tatap muka di Pontianak harus ditunda terlebih dahulu.

Selain itu, di Tulungagung juga ada 1 siswa yang terpapar Covid-19. Tetapi, siswa itu terpapar dari orangtuanya yang bekerja sebagai pedagang kendaraan.

"Ada sebuah SD di Tulungagung yang agak terpencil dan belum membuka pembelajaran tatap muka. Tapi ada 1 siswa yang terpapar," kata Jumeri.

"Di sana dibagi beberapa kelompok. Yakni dalam satu kelompok ada 5 siswa dan gurunya datang. Karena 1 siswa terpapar, maka 4 siswa lain dilakukan tes dan hasilnya negatif tapi tetap dilakukan isolasi mandiri," imbuhnya.

Jadi, untuk menentukan dibuka atau tidaknya sekolah di zona hijau dan kuning, itu adalah kewenangan oleh pemerintah daerah dan sekolah setempat.

Baca juga: Ini Alasan Mendikbud Buka Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

Bahkan kewenangan siswa masuk atau tidak ke sekolah itu juga diserahkan sepenuhnya kepada orang tua masing-masing. Jika tidak diizinkan, maka siswa ikut pembelajaran jarak jauh.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X